Maestro Politik Lembata Petrus Boliona Keraf Tutup Usia

Maestro Politik Lembata Petrus Boliona Keraf Tutup Usia
Petrus Boliona Keraf

 

Lembatanews.com – Lemb Maestro Politik NTT dan Lembata khususnya, Petrus Boliona Keraf tutup usia di usianya yang ke-78 tahun. Mantan Penjabat Bupati Lembata di awal otonomi daerah ini meninggalkan seorang istri dan tujuh orang anak dan dua di antaranya sudah meninggal dunia yakni Dodi dan Nardo. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSUD WZ Johannes Kupang pada Selasa (7 Januari 2020) pukul 08.20.

Khabar duka itu disampaikan salah satu putranya Abdi Keraf mewakili keluarga besar.

“Saya mewakili keluarga besar Bapak Drs. Piter B. Keraf, menyamaikan berita duka, berpulangnya Bapak Piter B Keraf pagi ini pukuk 08.20 di RSU WZ Johannes Kupang,” kata Abdi.

Jenazah, kata dia, semntara akan disemayamkan di rumah duka Jalan. P. S da Cunha 38, Kelurahan Naikoten 2 sambil menunggu rencana keluarga selanjutnya.

Abdi juga memohon dukungan doa bagi bapak mereka agar dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Almarhum Puter Keraf lahir di Lamalera, 26 Juli 1942. Menikah dengan Menggunakan Yosefina Keraf-Lay dan dikaruniai lima orang anak yakni 5 ko… Soni, Lixo, Nardo, Abdi, Dodie, dan Jipi, dan Pito.

Ia menamatkan SD di Lamalera, Kabupaten Lembata dan melanjutkan ke Sekolah Guru Bantu (SGB) di Lewoleba. Ia lalu melanjutkan sekolah di Kursus Guru AGAMA (KGA) di Larantuka, Flores Timur dan melanjutkan studi di Kukang danmmeraih Sarjana Muda Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Undana Kupang. Ia juga meraih gelar sarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Undana Kupang.

Setelahnya, ia mengajar dan menjadi guru SD sejak tahun 1959 sampai tahun 1977 dan mengabdi di Lewoleba, Larantuka hingga Kupang dan menjadi kepala sekolah sejak di SD dari tahun 1971-1977.

Ia melepas jabatan kepala sekolah karena dipercayakan menjadi anggota DPRD Provinsi NTT pada periode 1978-1982. Ia lalu lanjut di periode kedua keanggotaannya di DPRD NTT periode tahun 1982-1987. Dan kemudian berlanjut ke periode ketiga yakni dari tahun 1987-1992.

Selepas dari keanggotaan di DPRD NTT, Piter Keraf kemudian menjadi PNS pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dari 1992-1977.

Pada 1977, ia kemudian dipercayakan menjadi anggota DPR RI dari utusan daerah dari tahun 1977-1999.

Pada Oktober 1999 ia kemudian dipercayakan menjadi penjabat Bupati Lembata saat Lembata menjadi daerah otonomi baru. Jabatan itu ia emban sampai Mei 2001 yang kemudian dilanjutkan di bawah kepemimpinan Andreas Duli Manuk sebagai bupati pertama Kabukaten Lembata.

Selemas menjadi penjaga bupati, Petrus Boliona Keraf kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Lembata DNA sempat dipercayakan menjadi Ketua DPRD Lembata.

Guru politik ini juga sempat bertarung memperebutkan kursi bupati, namun ia kemudian kalah dua kali dari seteru politik abadinya Andreas Duli Manuk. Kalah dalam perebutan kursi bupati tak membuatnya “mati”. Ia lalu bangkit dan berjuang menakhodai partai PNBK dan berjuang merebut kursi DPRD Lembata yang mampu diraihnya hingga mengantarkannya menjadi Ketua DPRD Lembata periode 2004-2009.

Selama kepemimpinannya di DPRD Lembata berjalan begitu bagus. Walau seteru abadi dengan Bupati Lembata Andreas Duli Manuk, namun perjalanan politik kedua tokoh politik Lembata itu begitu menakjubkan banyak kalangan.

Selamat jalan guru, maestro dan politisi kawakan NTT dan Lembata. Semoga amal ibadahmu mendapat tempat yang layak di sisi Bapak di surga. (tim Lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *