Manfaat Dana Desa dalam Entaskan Kemiskinan

Manfaat Dana Desa dalam Entaskan Kemiskinan

Oleh Indah Pertiwi

Dana desa memiliki dampak yang luas. Dari segi kemiskinan hingga menumbuhkan perekonomian di pedesaan.

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa angka kemiskinan di desa menurun dua kali lipat dibandingkan di kota. Hal itu terjadi akibat imbas dari adanya dana desa.

Setidaknya hingga kini ada 1,2 juta penduduk di desa sudah berhasil dientaskan dari kemiskinan. Hal itu sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara “Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 dan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten”.

Program dana desa yang telah dijalankan oleh pemerintah selama empat tahun ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada desa. Presiden menyampaikan bahwa hingga saat ini tak kurang dari Rp 187 triliun telah disalurkan ke seluruh desa di Indonesia.

Dengan adanya dana desa itu, masyarakat bisa memanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan produktivitasnya dan memperbaiki kualitas hidup di desa. Antara lain telah terbangun pasar desa sebanyak 6.932 unit, saluran irigasi terbangun sebanyak 39.351 unit dan jembatan terbangun sepanjang 1.028.225 meter.

Realisasi dana desa itu mendukung aktivitas ekonomitetap bergerak di masyarakat meskipun sejumlah hambatan global mengganggu. Menurut, Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2018, lebih tinggi dari periode yang sama 2017 yang sebesar 5,06 persen (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi secara kumulatif dari triwulan I-2018 hingga triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17 persen (yoy).

Ini adalah capaian yang patut dibanggakan dari pemerintahan Presiden Jokowi. Realisasi dana desa membuktikan bahwa perekonomian yang didorong dari bawah atau dari desa akan meningkatkan pemerataan pembangunan.

Hal ini akan semakin mendekatkan pada kondisi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah cita-cita kita bersama. (sumber kompasiana, 6 november 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *