Menuju Lamalera, Perlu Disiapkan Destinasi Pendukung sebagai Rest Area untuk Wisatawan

Menuju Lamalera, Perlu Disiapkan Destinasi Pendukung sebagai Rest Area untuk Wisatawan

 

Salah satu batu di destinasi wisata Tawau Wutun, Kecamatan Nagawutun yang  berbentuk seperti kursi raja sedang dicoba oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat mengunjungi lokasi itu, Selasa, 11 Februari 2020.

 

Lembatanews.com – Perjalanan menuju destinasi wisata andalan Kabupaten Lembata yakni Lamalera membutuhkan perjalanan yang oanjang. Untuk itu, agar tidak.membosankan wisatawan, perlundisiapkan destinasi pendukung sebagai restarea atau titik peristirahatan sebelum.melanjutkan perjalanan menuju Lamalera.

Untuk mencari spot foto yang unik di Pantau Watumiten, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pun rela menjadi fotografer.

 

Untuk itu, saat ini Pemkab Lembata sudah mengidentifikasi sejumlah sldwstinasi yang akan dijadikan simpul pengembangan pariwisata Lembata yang akan dibenahi dan.menjadi restarea. Destinasi tersebut antara lain Pantai Waijarang, Pantai Watu Miten di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Pantai Watan Raja Mingar, Desa Pasir Putih, Pantai Tawau Wutun Palace di Desa Tawau Wutun, dan Pantai Town Garden, di Desa Lolong, Kecamatan Nagawutun.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada Selasa, 11 Februari 2020 bersama Mr Jerry, seorang pengusaha pariwisata asal Belanda didampingi sejumlah pimpinan OPD memantau destinasi yang akan dipersiapkan sebagai simpul pengembangan pariwisata Lembata yang akan dijadikan restarea menuju Lamalera.

Dalam kunjungan itu, Bupati Sunur mengatakan, destinasi simpul pengembangan pariwisata itu hanya diberi sentuhan awal oleh pemerintah dengan menyediakan infrastruktur jalan, air, dan listrik. Pengembangan dan oengelolaan sektor menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat di desa.

Mr Jerry, asal Belanda pun mencoba batu “kursi raja” di Tawao Wutun.

 

Karenanya, untuk pengembangan dan daya tarik, dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat agar menarik wisatawan dan desa menyiapkan penerimaan yang baik.

Pariwisata, lanjutnya, tidak bisa berjalan hanya dalam satu atau dua hari, tetapi butuh waktu bertahun-tahun. Target di mana tempat menjadi simpul wisata yang potensial maka diperlukan penyiapan infrastruktur jalan, air, listrik harus masuk dan itu sudah mulai dilakukan dan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Karena itu kita tentu.menghatapkan para kepala desa bisa berperan aktif di bawah pendampingan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam memperkuat kebijakan yang diturunkan ke desa. Karena.kalau ini semua bisa berjalan, bagus ini. Marketing bukan dari pemerintah. Pemerintah itu hanya kebijakan marketingnya,” tegas Bupati Sunur.

Salah satu spot pantai saat dilihat dari Tawao Wutun

 

Lamalera, lanjutnya, sudah memiliki keunikan untuk menarik wisatawan, tinggal bagaimana menyambut para wisatawan. Untuk itu, butuh kolaborasi dengan berbagai pihak. Dan, pemerintah membantu dengan.menyiapkan simpul-simpul pengembangan, menyiapkan rest area agar wisatawan dapat beristirahat dalam perjalanan menuju Lamalera. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *