Miliarder Dermawan Ingin Donald Trump Terpilih Lagi, ini Alasannya

  • Lembatanews.com, Washington D.C. – Tak terasa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menyelesaikan periode pertamanya pada tahun depan. Trump yang juga miliarder itu pun siap melanjutkan sebagai presiden pada periode kedua.

Terkait dana kampanye, Presiden Trump tampaknya tidak perlu pusing, sebab miliarder Bernie Marcus siap menjadi penyokong dana. Forbes mencatat kekayaannya mencapai USD 5,8 miliar atau Rp 91,6 triliun (USD 1 = Rp 14.092).

Dilanir Yahoo! Finance, sosok Bernie Marcus ternyata amatlah dermawan. Ia sudah menyumbang lebih dari USD 2 miliar (Rp 28,1 triliun) kepada 300 organisasi.

Sang miliarder mengaku tidak tahu seberapa kaya dirinya dan berusaha menyumbang mayoritas hartanya selama ia hidup. Ia juga mendukung Presiden Trump agar terpilih lagi karena cara berpikir Trump yang seperti pebisnis dalam menghadapi masalah.

“(Trump) memiliki pendekatan common sense seorang pebisnis untuk dalam berbagai isu. Apakah saya setuju dengan segala hal yang ia lakukan? Tidak. Tetapi kenyataannya ia menghasilkan lebih banyak ketimbang yang lain,” ujar Marcus.

Dibandingkan delapan atau enam tahun lalu, keadaan AS lebih baik ketimbang enam atau delapan tahun yang lalu. Kekuarangan Trump sebagai presiden, menurut Marcus, adalah caranya dalam berkomunikasi.

Bernie Marcus merupakan Co-Founder Home Depot yang bergerak di sektor ritel. Selain Marcus, miliarder tersohor lain yang mendukung Trump adalah bos industri judi Sheldon Adelson, bos WWE Vince McMahon, dan investor teknologi Peter Thiel.

Presiden AS Donald Trump saat tiba di Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh (20/5). Kunjungan ini akan membicarakan perjanjian politik dan perdagangan serta dukungan atas perang melawan para militan. (AFP/Saudi Royal Palace/Bandar Al-Jalou)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini. Sentimen positif pendorong penguatan rupiah adalah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip Bloomberg, Senin (1 Juli 2019), rupiah dibuka di angka 14.082 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.126 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.082 per dolar AS hingga 14.119 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah mampu menguat 1,97 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.117 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.141 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah di pada awal pekan ini menguat usai pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, bertemunya kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar itu memang berdampak positif bagi rupiah.

“Sangat positif sekali. Terutama karena adanya semacam ‘gencatan senjata’ perang dagang. Penundaan pengenaan tarif 25 persen terhadap sisa produk impor asal Tiongkok sebesar 300 miliar dolar AS,” ujar Rully dikutip dari Antara.

Ketegangan perang dagang AS dan China sedikit mengendur setelah kedua pemimpin negara bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang.

Kedua negara sepakat akan merundingkan kembali isu perang dagang yang telah membuat tatanan perekonomian global mengalami guncangan.

Seusai pertemuan tersebut Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menegaskan akan mengurangi ketegangan atas perang dagang dengan meningkatkan kerja sama lebih lanjut.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam dampak perang dagang antar kedua negara yang berlangsung setara. (sumber liputan6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *