Muat 2 Ton Kunyit, KM El Hasan Tenggelam di Pelabuhan Lewoleba

Muat 2 Ton Kunyit, KM El Hasan Tenggelam di Pelabuhan Lewoleba
KM El Hasan 1 yang tenggelam di kolam labuh Pelabuhan Lewoleba, Rabu, 26 Agustus 2020. Tampak cree kapal dan warga sedang berupaya mengevakuasi kapal naas itu.

 

lembatanews.com – naas menimpa KM El Hasan 1. Kapal pelayaran rakyat yang setiap hari melayani rute Lewoleba-Boleng di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur ini tenggelam saat sandar di dermaga Pelabuhan Lewoleba pada Rabu, 26 Agustus 2020 sekitar pukul 04.00. Penyebab tenggelamnya kapal karena lambung kapal bocor dan anak buah kapal kesulitan memompa air karena adanya kerusakan pada mesin pompa air. Saat tenggelam, kapal memuat lebih kurang 2 ton kunyit.

Ahmad Dosikalan, salah satu anak buah kapal (ABK) mengatakan, kapal tenggelam karena ada kebocoran di bagian lambung kapal menyebabkan air memenuhi lambung kapal. Pihaknya kesulitan memompa air karena mesin pompa airnya rusak. Air ya g memenuhi lambung kapal menyebabkan kapal tak bisa diselamatkan dan tenggelam.

Saat kejadian, ia dan rekan ABK bernama Mahmud Jou sedang tertidur sehingga tidak bisa bertindak lebih menyelamatkan kapal.

Namun, ia dan rekan-rekannya berhasil mengeluarkan kunyit 2 ton lebih dari kapal juga berhasil menyelamatkan mesin kapal. Dokumen kapal lainnya juga berhasil diselamatkan dari dalam kapal.

Iksan Hamid, Kapten KM El Hasan, mengatakan, tenggelamnya kapal karena kelakuan ABK yang terlambat memompa air yang masuj.

Pantauan Lembatanews.com di lokasi tenggelamnya KM El Hasan, nakhoda dan ABK dibantu sejumlah warga berupaya mengevakuasi kapal dari kolam labuh Pelabuhan Lewoleba. Mereka menggunakan lebih kurang 20 drum yang diisi air dan diikat ke badan kapal untuk mengapungkan kapal.

Drum yang ada lalu dimasukkan udara dari kompresor untuk membantu mengapungkan kapal.

Sementara itu pemilik Km El Hasan Abdul Haris Hamid menerima dengan iklas kenyataan tenggelamnya KM El Hasan 1.

Menurutnya, KM El Hasan 1 merupakan kapal pertama yang dirintis, sehingga wali sudah tenggelam, kapal berkapasitas 30 ton itu akan kembali diperbaiki untuk bisa kembali melayani penumpang rute Lewoleba-Boleng.

Diakuinya, kapal naas itu baru saja menjalani maintenance rutin dua bulan lalu. Saat menjalani docking, telah dilakukan perbaikan rutin baik mesin, propeler, maupun penecetan bodi kapal.

Ia berharap, upaya evakuasi dapat dituntaskan sore nanti agar tidak mengganggu aktivitas di pelabuhan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *