P-1 Cluster Makassar dari Desa Babokerong sedang Hamil

P-1 Cluster Makassar dari Desa Babokerong sedang Hamil
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali

 

Lembatanews.com – Pelaku perjalanan cluster Makassar, warga Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata yang dinyatakan positif Covid-19 hasil Swab dan diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 18 Juli 2020, ternyata saat ini sedang hamil. Wanita 24 tahun ini selama ini tinggal di Makassar bersama suaminya, dan baru tiba di Lembata pada 4 Juli 2020 lalu.

Demikian dijelaskan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2020.

Sekda Lembata ini mengatakan, bersama suaminya mereka berangkat dari Makassar pada Kamis, 3 Juli 2020 menumpang Kapal Bukit Siguntang dan tiba di Larantuka pada Jumat, 4 Juli 2020. Selanjutnya, pada Sabtu, 4 Juli 2020 keduanya ke Lewoleba menumpang Kapal Cepat Batam Line Express.

Saat tiba di Lewoleba, dilakukan rapid test, dan hasilnya reaktif. Karena reaktif, pelaku perjalanan itu lalu diantar menggunakan ambulans ke Desa Babokerong dan menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah.

“Sebelum kembali ke Lembata, yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di Makassar selama 1 minggu dangan keluhan mual, muntah berlebihan, dan ditransfusi darah satu kantong,” terang Tapobali.

Setelah keluar dari rumah sakit, ia diminta untuk control kembali.pada 6 April di tempat praktik dokter HJ Isharya Sunarno di Rumah Sakit Wisata UIT.

Diuraikannya, pada Minggu, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Kesbangpolinmas, Dinas Budpar, Kasat POLPP dan Camat Nagawutun langsung bergerak cepat ke Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutun untuk mengisolasi desa tersebut dan memastikan P-1 Covid-19 menjalani karantina mandiri secara ketat.

Tim, kata dia akan menutup akses keluar masuk Desa Babokerong selama tiga hari terhitung sejak, Minggu, 19 Juli 2020 sampai Selasa, 21 Juli 2020.

“Tim Surveillance melakukan tracking/tracing kontak terhadap pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengan P-1 COvid-19. Pelaksanaan tracing dilakukan sejak Minggu dan melaporkan hasilnya kepada Bupati Lembata selaku Ketua Gugus,” terang Tapobali.

Sesuai penelusuran sementara, jelas Tapobali, P-1 telah melakukan kontak dengan semua keluarga kandungnya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *