Pantau Pelabuhan, Wabup Dapati Kerumunan Buruh Pelabuhan di Rumah Biliar

Pantau Pelabuhan, Wabup Dapati Kerumunan Buruh Pelabuhan di Rumah Biliar
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai saat memantau dan berdialog dengan para buruh pelabuhan di kompleks Pelabuhan Laut Lewoleba, Selasa, 24 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai melakukan pemantauan di kompleks Pelabuhan Laut Lewoleba pada Selasa, 24 Maret 2020. Dalam pemantauannya ini, Wabup Langodai mendapati kumpulan massa para buruh di rumah biliar yang ada di kompleks Pelabuhan Laut Lewoleba yang sedang bermain biliar pada dua meja biliar yang ada di situ.

Di hadapan para buruh, Wabup Langodai mengatakan, para buruh paling rawan di pelabuhan.karena menyangkut kapal yang masuk. Karena itu, ia mengimbau para buruh agar koordinasi dengan pihak kesehatan pelabuhan agar setiap kapal yang masuk diawasi dan dilakukan pemeriksaan.

“Tidak perlu takut tapi harus waspada karena bersentuhan langsung dengan barang-barang dari kapal. Kalau barang terkena virus maka orang pertama yang kena. Jadi sebelum.pulang cuci tangan. Ingat mereka yang di rumah. Sampai rumah juga cuci tangan dulu baru masuk rumah. Kalau bisa mandi bersih ganti pakaian baru salaman dengan istri anank,” kata Wabup Langodai.

Petugas medis dari Puskesmas Lewoleba memeriksa susu tubuh para penumpang kapal dari Larantuka, Selasa, 24 Maret 2020.

 

Wabup dalam kunjungan itu juga mendapati para buruh yang berkumpul dan tidak mengenakan masker. Ia mengatakan, pemerintah berupaya agar nanti dapat didistribusikan masker untukmpartai buruh.

Pemda, lanjutnya, tidak lock down Lembata karena butuh barang-barang dari luar. Namun, untuk memastikan bebas Covid-19, maka dilakukan pemeriksaan terhadap ABK kapal yang keluar masuk Pelabuhan Lewoleba. Jika ada ABk yang terindikasi maka harus dikarantina dan barangnya ditahan dan tak boleh masuk. Karena jika barang yang terpapar dibiarkan masuk, virusnya bisa menyebar ke banyak orang.

“Saya yakin kalian (buruh pelabuhan) kuat tapi ada satu titik kalian lemah. Saat kalian cape kerja kalian lemah dan di situ paling enak dia (virus) masuk. Jadi waspada dan terima kasih kalian masih berada di sini untuk bantu aktivitas bongkar muat. Lakukan dengan bahagia tapi tetap waspada. Kalau bisa jaga jarak jangan berebutan. Setelah bongkar muat selalu cuci tangan,” katanya mengingatkan

Armiyanti Zainun Amak, Koordinator Wilayah Kerja KKP Kupang Pelabuhan Laut Lewoleba mengatakan, saat ini kelengkapan menghadapi Covid-19, pihaknya sudah memiliki alat pelindung diri (APD) seperti Masker N95 sebanyak satu dos, masker biasa 80 pcs, handscoen dua dos, boot satu pcs, kacamata satu pcs, rompi kuning dua unit, baju pelampung dua buah, jas hujan satu unit, APD Lengkap satu unit dan thermigan satu unit, backpack sprayer satu buah, serta indoor splayer satu buah.

Ijelaskannya, sesuai formasi dari Petugas di Larantuka, Kabupaten Flores Timur menyebutkan bahwa terdapat dua orang warga Lembata yang menumpang KM Lambelu yang suhu tubuhnya 37 dan 38. Bahkan, satu di antaranya dilaporkan mengalami dengan selama tiga hari belakangan ini.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan saat kapal dari Larantuka tiba di Pelabuhan Lewoleba.

Pantauan Lembatanews.com di Pelabuhan Laut Lewoleba siang tadi, saat KM Batam Line tiba dan sandar di dermaga Pelabuhan Lewoleba, sat per satu penumpang yang turun dari kapal.labgsung diperiksa. Tiga orang petugas keamanan dia dari Puskesmas Lewoleba melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Bagi penumpang yang suhu tubuhnya 47-37 langsung diminta untuk melapor ke petugas KKP Kupang Pelabuhan Lewoleba u tuk didata.

Setelah di data, mereka dipulangkan dan diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *