Pastikan Ketersediaan Oksigen, Sekda Hadirkan Penyedia Oksigen dari PT Lima Satu Merdeka

Pastikan Ketersediaan Oksigen, Sekda Hadirkan Penyedia Oksigen dari PT Lima Satu Merdeka
Rapat koordinasi di rua g rapat kantor Bupati Lembata, Jumat, 30 Juli 2021 dipimpin Sekretaris Daerah Lembata Paskalis Ola Tapobali.

 

Lembatanews.com – Untuk memastikan ketersediaan oksigen dalam mendukung penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di rumah sakit dan puskesmas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata mengundang penyedia oksigen untuk membahas kemampuan menyediakan oksigen.

Dalam rapat di rua g rapat kantor Bupati Lembata, Jumat, 30 Juli 2021 ya g dipimpin Sekda Paskalis Ola Tapobali, hadir Direktur Utama PT Lima Satu Merdeka Michael Tanudiredjo selaku penyedia oksigen. Hadir pula Asisten Sekda, Kepala Dinas Kesehatan drh Mathias AK Beyeng, dan Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Yoseph Beda.

Sekda Paskalis Tabobali menjelaskan, dari penjelasan dalam rapat, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya stok oksigen ada. Alat yang menyediakan juga sudah dipesan dan mampu menghasilkan oksigen untuk 60 tabung per hari.

Saat ini, ketersediaan oksigen di RSUD Lewoleba dan dua rumah sakit swasta yakni Rumah Sakit Santu Damian dan Rumah Sakit Bukit juga masih aman. Sedangkan oksigen yang ada di Puskesmas yang masih harus ditambahkan.

“Nanti juga harus back up Rumah Sakit Bukit dan Rumah Sakit Damian karena mereka juga membantu dalam penanganan covid dan selama ini sering keluhkan ketersediaan oksigen,” kata Paskalis Tabobali.

Kebutuhan dua rumah sakit swasta, lanjutnya, bisa dibaca up dalam bentuk hibah dan tujuannya untuk pengadaan oksigen bukan untuk kebutuhan yang lainnya.

“Harus diatur agar jangan menumpuk di faskes pemerintah tapi di dua rumah sakit swasta tidak mencukupi. Oksigen mencukupi tinggal didistribusikan ke puskesmas dan dua rumah sakit swasta,” kata Paskalis Tabobali.

Ke depan, ia juga minta manajemen RSUD Lewoleba untuk bisa memasang oksigen sentral. Jika tahun ini tidak bisa, maka dapat diupayakan pada tahun depan. Terkait anggaran, jika untuk kebutuhan penanganan Covid-19 maka dapat di by pass, ti gagal dibahas dan dimasukkan dalam APBD.

“Untuk RSUD Lewoleba sudah mencukupi Distribusi ke faskes tingkat pertama dan rumah sakit swasta yang masih perlu diatur,” tandasnya.

Direktur Utama PT Lima Satu Merdeka Michael Tanudiredjo menjelaskan, peralatan produksi oksigen miliknya mampu memproduksi oksigen d Ngan kapasitas 60 tabung per hari. Sepanjang ketersediaan tabung oksigen mencukupi, pihaknya siap melayani pengisian.

“Untuk saat ini kami fokus di penyediaan oksigen untuk penanganan Covid-19,” katanya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng menambahkan, saat ini terdapat 241 tabung oksigen, baik yang ada di RSUD Lewoleba, dua rumah sakit swasta, puskesmas, ditambah milik Pat Lima Satu Merdeka sebanyak 106.

Menurut rencana, akan ditambah lagi tabung besar dan tabung kecil dan peralatan lainnya seperti regulator untuk bisa didistribusikan juga ke rumah sakit swasta dan puskesmas.

Ia menjelaskan, saat ini tingkat kematian akibat Covid-19 mengalami peningkatan. Hingga Jumat, 30 Juli 2021, sudah terdapat sebanyak 42 kasus kematian. Kendati kasus kematian meningkat, namun jumlah kasus aktif mengalami penurunan. Hingga Jumat, jumlah kasus aktif sudah turun hingga 473 kasus. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *