Patung Bunda Maria Masuk Rumah, Rudy Keraf: Semoga Kami Sekeluarga Bisa Lebih Rajin ke Gereja

Patung Bunda Maria Masuk Rumah, Rudy Keraf: Semoga Kami Sekeluarga Bisa Lebih Rajin ke Gereja
Rudy Keraf saat mengangkat patung Bunda Maria dari laut saat ditemukan Rabu, 24 November 2021 pagi.

 

Lembatanews.com – Penemuan patung Bunda Maria pada Rabu, 24 November 2021 pagi sekitar pukul 06.15 oleh Rudy Keraf dan dua rekannya saat melaut yang disiarkan secara langsung melalui akun Facebook Rudy Keraf menjadi viral dan topik pembicaraan masyarakat Lembata dan NTT umumnya.

Patung Bunda Maria yang setelah ditemukan sempat dibawa saat memancing itu kemudian dijemput dan dikalungi kain tenun Lembata saat dijemput di pelabuhan Lewoleba. Patung Bunda Maria lalu diarak menuju kediaman Rudy Keraf di Kotabaru, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan.

Patung Bunda Maria yang masuk ke rumah Rudy Keraf menjadi berkat tersendiri baginya sekeluarga.

Ditemui Lembatanews.com di kediamannya Rabu, 24 November 2021 siang, Rudy Keraf mengaku tak mampu mengungkapkan perasaannya saat menemukan patung Bunda Maria di laut dekat Hotel Anisa itu.

Saat mengangkat patung Bunda Maria dari dalam laut, ia sempat meneteskan air mata haru. Betapa tidak, ia merasa sebagai orang yang paling berdosa, namun diberi kesempatan oleh Bunda Maria menemukan patung yang mengambang di tengah laut, padahal sempat ada dua perahu nelayan yang lewat di tempat itu namun tak melihat patung Bunda Maria yang mengambang.

“Saya ini kalau bilang berdosa saya nih paling berdosa. Saya, istri dan anak-anak selama ini jarang sekali ke gereja. Saya dan istri nih bisa setahun sekali pigi gereja. Mudah-mudahan kehadiran Bunda di rumah kami menggerakkan hati saya dan keluarga untuk rajin ke gereja. Saya rasa macam saya punya dosa nih hilang memang e waktu selamatkan patung Bunda, karena dia (patung) ini posisi di laut dan saya bisa temukan. Padahal ada dua bodi yang lewat tapi tidak lihat,” katanya Rudy Keraf.

“Kalau diizinkan oleh gereja, kami keluarga mau minta misa di rumah. Ini berkat bagi kami sekeluarga. Banyak yang kirim doa ke saya dan dari doa-doa itu yang menggugah hati saya untuk mulai perbaiki diri,” tambahnya.

Ia juga mau supaya patung Bunda Maria tetap bersemayam di rumahnya. Tetapi, itu pun jika diizinkan pihak gereja. Tetapi jika pihak gereja mau mengamankan dan meletakkannya di gereja, ia pun rela.

“Biar di gereja supaya banyak yang berdoa,” katanya.

Sempat beredar khabar bahwa patung yang ditemukannya itu milik gereja di Posiwatu. Sesuai informasi yang disampaikan, patung Bunda Maria itu sempat diangkat oleh seorang bapak yang mengalami gangguan mental. Patung dibawa ke kali untuk dimandikan. Namun, patung itu kemudian dibawa kembali ke gereja.

Sehingga, saat viral di media sosial terkait penemuan patung Bunda Maria yang mirip dengan patung di gereja Posiwatu, ada orang yang sempat menelepon dan meminta orang mengecek ke sana. Ternyata, patung Bunda Maria milik gereja Posiwatu masih ada di sana.

Rudy Keraf mengaku tak mau berpolemik soal asal usul patung Bunda Maria itu. Baginya, itu merupakan berkat bagi keluarganya yang diyakini menjadi jalan menuju perubahan besar dalam keluarganya. Ia pun tak berharap banyak, pengampunan dosa, perubahan sikap, dan semangat ke gereja bagi dirinya dan keluarga adalah yang paling utama.

Itu ia tunjukkan saat pulang mancing, semua ikan hasil mancing tak dibawanya pulang. “Biar kamu dua bawa semua ikan. Saya bawa pulang berkat ini (patung Bunda Maria) saja,” kata Rudy Keraf semangat.

Kehadiran Bunda Maria di rumahnya sontak mengundang perhatian banyak pihak. Masyarakat berdatangan. Tidak saja dari kalangan umat Katolik, namun juga dari umat lainnya yang ingin melihat dari dekat patung Bunda Maria yang ditemukan Rudy Keraf bersama dua rekan nelayannya.

Di rumahnya yang belum selesai dibangun itu, Rudy sekeluarga menyiapkan meja untuk Bunda Maria yang diletakkan berdampingan dengan patung Bunda Maria berukuran lebih kecil milik keluarga Rudy. Sedangkan satu meja lainnya disiapkan untuk tempat membakar lilin. Umat yang berdatangan membawa sendiri lilin yang langsung dibakar pada tempat yang disediakan. Mereka pun berdoa baik secara bersama maupun sendiri-sendiri. Di luar rumah pun pihak keluarga telah membangun tenda mengantisipasi membludaknya umat yang datang untuk berdoa.

Rudy Keraf mengatakan, pihak keluarga sudah berupaya melaporkan penemuan patung Bunda Maria itu ke otoritas gereja di Paroki Santa Maria Lewoleba. Namun, belum ada dari pihak gereja yang datang untuk melihat patung Bunda Maria di rumahnya itu. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *