Peduli Covid-19, Perdhaki dan Yayasan Papa Miskin Bantu 3.500 Handscoon

Peduli Covid-19, Perdhaki dan Yayasan Papa Miskin Bantu 3.500 Handscoon
Ketua Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka Romo Kristo Soge menyerahkan bantuan diterima Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur disaksikan Romo Sinyo da Gomes, Deken Lembata.

 

Lembatanews.com – Kepedulian terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19 mulai bermunculan. Kali ini datang dari Perdhaki dan Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka yang peduli terhadap penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memberikan bantuan berupa handscoon sebanyak 3.500 pasang.

Pantauan lembatanews.com, bantuan tersebut diserahkan Seken Lembata Romo Sinyo da Gomes didampingi Ketua Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka Romo Kristo Soge, Pr usai pertemuan tokoh agama dengan Bupati Lembata di rumah jabatan Bupati Lembata, Kuma Resort, Desa Waijarang, Senin, 6 April 2020.

Bantuan yang diserahkan itu diterima Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

Romo Kristo Soge bersama Perdhaki saat mengantar bantuan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata dan diterima Kadis PMPTSP dan Ketenagakerjaan Quintus Irenius Suciadi.

 

Romo Kristo Soge mengatakan, bantuan itu sebagai bentuk dukungan dan kepedulian dari pihak gereja dan Program Malaria Perdhaki. Selama ini Program Malaria Perdhaki bekerja sama dengan Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka membentuk SSR (Sub-Sub Recipient) dengan nama SSR YPMD Lembata 1 dan 2. (Ada dua SSR di wilayah Dekenat Lembata).

Program Perdhaki ini sudah bekerja di Lembata sejak tahun 2015 hingga sekarag sebagai mitra pemerintah untuk percepatan eliminasi malaria di Lembata.

“Kami memberikan bantuan untuk membantu Pemda Lembata sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pihak Gereja dan Program Malaria Perdhaki kepada Pemda Lembata untuk tanggap virus corona,” kata Romo Kristo.

Ia mengatakan, pihak gereja juga selalu siap bekerja sama dengan.pemeirntah dalam menghadapi risiko Covid-19.

Bantuan yang diberikan, lanjutnya, juga sebagai bentuk motifasi atau mendorong pihak lain dan masyarakat Lembata umumnya untuk bersama-sama membantu dan bekerja sama, saling membantu, bahu-membahu mengahadapi ancaman virus corona. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *