Pemda Lembata Lakukan Evakuasi Korban lewat Jalur Laut

Pemda Lembata Lakukan Evakuasi Korban lewat Jalur Laut
Tim medis dan relawan menumpang Speedboat dari Jontona menuju Tokojaeng untuk mengevakuasi jenazah di Waimatan, Ile Ape Timur, Selasa, 5April 2021.

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya melakukan hubungan valuasi jenazah para korban banjir bandang Ile Ape melalui jalur laut menyusul masih terputusnya jalur darat di Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur.

Pantauan Lembatanews.com, Selasa, 5 April 2021, hujan ya g terus mengguyur kian menyulitkan proses evakuasi jenazah dan warga korban banjir di sejumlah daerah terdampak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali tampak turun langsung memimpin proses evakuasi melalui jalur laut bersama Kepala Dinas lingkungan Hidup (DLH) Lembata Kamis Making dan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Apol Mayan. Tampak pula Ketua DPRD Lembata Petrus Gero yang turun memantau pelaksanaan evakuasi melalui jalur laut

Setelah berkoordinasi dengan manajemen PT Cendana Indopearls untuk membantu Speedboat membantu evakuasi jenazah, tim lalu menuju Jontona.

Dua unit speedboat memuat petugas medis dan tim evakuasi menuju Tokojaeng untuk selanjutnya ke Aulesa dan Waimatan menjemput jenazah.

Menurut rencana, jenazah para korban dari Desa Waimatan sebanyak enam jenazah yang telah ditemukan dievakuasi melalui jalur darat menuju Tokojaeng dan setelahnya baru dimuat menggunakan Speedboat menuju Jontona. Selanjutnya, dari Jontona jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Lewoleba.

Hanya saja, upaya evakuasi melalui jalur laut pun tak membuahkan hasil. Dua unit speedboat yang dikirim ke Waimatan pulang kosong karena belum ada jenazah yang berhasil dievakuasi. Sementara dua jenazah yang ditemukan sebelumnya sudah dikebumikan.

Sementara itu, di Jontona, eksavator sedang melakukan proses pembersihan material yang menutup badan jalan. Proses evakuasi sedikit terhambat karena hujan terus mengguyur.

Data sementara yang dikeluarkan Pemkab Lembata jumlah korban meninggal hingga Selasa, 5 April 2021 sebanyak 19 orang, masih terdapat 44 orang yang dilaporkan hilang, dan sebanyak 48 warga luka-luka sedang dirawat di RSUD Lewoleba. Sedangkan warga yang telah mengungsi sebanyak 378 jiwa.

Sementara rumah yang menjadi korban banjir bandang dan tertimbun material banjir mencapai 200 unit. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *