Pemkab Lembata Canangkan Gerakan Gong Keluarga 18-21

Pemkab Lembata Canangkan Gerakan Gong Keluarga 18-21

Lembatanews.com – Peran keluarga yang kian bergeser seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata. Melalui Dinas P2KBP3A, telah ducanangkan Gerakan Gong Keluarga 18-21. Selain mencanangkan gerakan Gong Keluarga 18-21, Pemkab Lembata juga mencangkan Kabipaten Layak Anak.

Pencanangan tersebut dilaksanakan pada peringatan Hari Anak Nasional ke-35 dan Hari Keluarga Nasional ke-26 tingkat Kabupaten Lembata, Selasa (30 Juli 2019).

Kegiatan diawali karnaval pelajar yang dimeriahkan beragam atraksi drumband. Karnaval dengan titik star dari simlang tiga Wangatoa menuju Taman Kota Swaolsa Titen. Di taman kota dilanjutkan aneka kegiatan di antaranya pementasan tarian, dan pantomim serta pembagian hadiah bagi juara lomba.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengharapkan komitmen bersama dalam menunjukkan kepedulian kepada anak selaku generasi penerus bangsa dan negara.

Menurut Sunur, kualitas generasi Lembata ke depan harus lebih baik dari keadaan generasi Lembata saat ini. karrna itu ia menginginka adanya komitmen bersama selaku orang tua melalui sentuhan emosional dan tindakan kasih sayang kepada anak-anak, serta tidak membiarkan anak-anak ditelantarkan dan bermain sendirian.

Pencanangan Kabupaten Lembata menuju Kabupaten Layak Anak tahun 2022, lanjut Bupati Sunut, dengan harapan agar semua pihak baik pemerintah, lembaga swasta, dunia usaha dan masyarakat memberikan perhatian serius terhadap upaya menjadikan Lembata menuju kabupaten layak anak demi terwujudnya generasi lembata yang produktif, inovatif dan memiliki kemampuan daya saing yang tinggi.

Terkait deklarasi Gerakan Gong Keluarga 18-21 bagi seluruh keluarga se-KabupatenLembata, ia berharap semua keluarga dapat melaksanakannya dengan menyiapkan waktu dari pukul 18.00 sampai pukul 21.00 bagi kekuarga.

“Minimal dari pukul 18.00 sampai pukul 21.00 semua anggota keluarga dapat bermain bersama, belajar bersama, berdoa bersama dan makan bersama. Kalau dilakukan setiap hari bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas, yang ramah anak sebagai dasar terwujudnya kabupaten layak anak,” harap Bupati Sunur.

Pemkab juga sudah beruoaya agar mulai 2020 Taman Kita Swaolsa Titen bisa menjadi taman bermain layak anak. Ruang publik yang ada di Kota Lewoleba pun harus dipasang simbol-simbol bernuansa anak. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *