Pemkab Lembata kembali Buka Akses Masuk Kapal Pelni ke Lewoleba

Pemkab Lembata kembali Buka Akses Masuk Kapal Pelni ke Lewoleba
Ilustrasi KM Umsini, salah satu kapal di bawah pengelolaan PT Pelni.

Lembatanews.com – Setelah hampir setahun menutup akses transportasi laut khusus untuk kapal-kapal di bawah pengelolaan PT Pelni yakni sejak 1 April 2020 dengan dikeluarkannya Surat Bupati Lembata Nomor TUK.440/648/dan surat Bupati Lembata Nomor TUK.553/1037/AP/IV/2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata akhirnya kembali memperbolehkan kapal PT Pelni yang sebelumnya melayani rute ke Lewoleba yakni KM Umsini, KM Sirimau, dan KM Bukit Siguntang.kembali masuk Lembata dan menyandari Pelabuhan Laut Lewoleba. Kebijakan itu diambil seiring perkembangan kasus Covid-19 yang mulai menurun dan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Kebijakan pembukaan kembali akses masuk kapal-kapal PT Pelni tersebut tertuang dalam surat yang dikeluarkan Pemkab Lembata bernomor TUK. 553/21/AP/1/2021 tertanggal 5 Januari 2021 yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali.

Pembukaan akses transportasi laut seiring kehidupan masyarakat telah mengalami pelonggaran termasuk sektor transportasi yang berdampak pada meningkatnya perjalanan orang antar daerah.

Untuk itu, dalam surat itu Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali meminta kepada manajemen PT Pelni Cabang Larantuka untuk menjadwalkan kembali pelayanan menuju Pelabuhan Laut Lewoleba terhitung sejak 7 Januari 2021.

Kepada para pelaku perjalanan yang memanfaatkan jasa pelayaran PT Pelni, Pemkab menegaskan untuk wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang dan mengikuti ketentuan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor .11 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan perjalanan Orang dengan Tranportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

“Dimohon kepada PT. Pelni Cabang Larantuka agar membantu menyosialisasikan ketentuan tersebut di atas dan melakukan screening yang ketat kepada para calon penumpang melalui agen-agen atau loket penjualan tiket yang tersedia,” tulis Sekda Paskalis Tapobali dalam surat tersebut.

Ditegaskan pula bahwa untuk pemantauan, pengawasan, dan pengendaliannya, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Lembata akan membuka posko lapangan di Pelabuhan Laut Lewoleba.

“Setiap pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sekda Paskalis Ola Tapobali. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *