Pemuda Hoelea Bantu Evakuasi Jasad Korban Banjir di Waimatan

Pemuda Hoelea Bantu Evakuasi Jasad Korban Banjir di Waimatan
Tampak para pemuda Desa Hoelea melakukan pencarian jasad Kris dan Corry di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Rabu, 7 April 2021.

 

Lembatanews.com – Sebanyak 30-an pemuda asal Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri sejak Rabu, 7 April 2021 turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur guna membantu mengevakuasi para korban. Mereka bergabung bersama keluarga korban di Lewoleba dan Ile Ape membantu pencarian pasangan suami istri Krisantus Laba dan Cornelia Keling Wahang yang ikut terkubur dalam bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021 dini hari lalu.

Ejo Tokan, koordinator para pemuda dari Desa Hoelea kepada Lembatanews.com, Kamis, 8 April 2021 mengatakan, pemuda Desa Hoelea turut prihatin dan berduka atas peristiwa yang melanda saudara dan keluarga di Ile Ape. Dalam peristiwa itu, ada seorang warga Desa Hoelea yang ikut tertimpa musibah.

Dikatakannya, semula ia dan rekan-rekannnya sudah gembira ketika mendengar khabar Kris, sapaan akrab Krisantus Laba sudah diketemukan tim evakuasi. Waktu itu, ia dan rekan-rekannya mengharapkan agar jenazahnya dibawa pulang untuk dikebumikan di kampung halaman.

Sayangnya, kegembiraan itupun pupus tatkala keluarga di Lewoleba yang menjemput jenazah melalui jalur laut pulang tanpa hasil karena setelah tiba di lokasi, mendapati informasi bahwa Kris dan Corry belum ditemukan.

Karenanya, setelah mendapati khabar itu, ia bersama rekan-rekan langsung mengambil inisiatif untuk ke Lewoleba dan bersama keluarga di Lewoleba dan Ile Ape turun langsung ke lokasi bencana membantu proses pencarian.

Kris dan Corry, pasangan suami istri yang turut tertimpa bencana dalam peristiwa banjir bandang di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur. Jasad keduanya masih dalam proses pencarian.

 

Karena itu, pada Selasa, 6 April 2021 sore, ia dan rekan-rekannya bersama orangtua Kris langsung menuju Lewoleba. Setelah berembuk dengan keluarga di Lewoleba, disepakati untuk langsung turun ke lokasi bencana pada Rabu, 7 April 2021 yang dipimpin langsung kakak mereka Apol Mayan dan Marsel Dorong.

Walau dalam proses pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil, namun ia mengaku puas karena sudah turun langsung ke lokasi bencana dan melihat dari dekat kondisi kebencanaan di sana yang telah merenggut sahabat, saudara mereka Kris dan istrinya dari canda tawa, senda gurau keseharian mereka.

Walau belum berhasil menemukan dan melihat untuk yang terakhir kalinya jasad saudara dan sahabat mereka, namun mereka setidaknya sudah memberikan yang terbaik bagi Kris.

Upaya pencarian pun dilanjutkan pada hari kedua, Kamis, 8 April 2021.

Berbekal peralatan seadanya, seperti linggis, sekop, balok kayu, tali, dan doma, mereka begitu bersemangat melanjutkan proses pencarian tentu dengan harapan, jasad sahabat, saudara, rekan sepermainan sejak masa kecil hingga teman ngopi dan minum arak bisa mereka bawa pulang ke kampung halaman Leuleaq, Desa Hoeleaq.

Sekadar flashback, Ejo Tokan, Shintus Tahilia, Sesarius Amun, Selus Pidolius, Marde, dan tentunya Kris, adalah pemuda-pemuda tangguh yang telah melahirkan turnamen voli Hoelea Cup I di Desa Hoelea. Berkat kerja keras tanpa lelah mereka, telah menjadukan turnamen volleyball Hoelea Cup I sebagai turnamen terakbar sepanjang sejarah Desa Hoelea.  (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *