Pengembangan Pariwisata Desa di Lembata Sangat Signifikan

Pengembangan Pariwisata Desa di Lembata Sangat Signifikan
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata MAA Putu Wahyuni saat menyampaikan laporan panitia pada acara pembukaan di Anisa Hotel and Resto Lewoleba, Senin, 1 November 2021.

 

Lembatanews.com – Perkembangan pariwisata di Kabupaten Lembata khususnya pada desa-desa yang memiliki potensi pariwisata sangat signifikan. Pembangunan objek wisata baik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun dibangun oleh desa. Karena itu, pemerintah memandang perlu untuk mengembangkan desa-desa yang memiliki potensi pariwisata menjadi desa wisata.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata MAA Putu Wahyuni pada pembukaan Festival Desa Wisata dengan kegiatan forum grup diskusi penyusunan road map desa wisata 2021 di aula Annisa Hotel and Resto Lewoleba, Senin, 1 November 2021.

Dikatakannya, kegiatan FGD penyusunan road map desa wisata untuk memetakan potensi dan daya tarik berupa keunikan serta kekhasan budaya dan alam pada desa-desa sasaran kegiatan. Selain itu u tuk melaksanakan Festival Desa Wisata Kabupaten Lembata 2021, merencanakan pengembangan desa, membuat mapping menuju desa wisata, serta untuk meningkatkan. Pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, kata Putu Wahyuni, melalui kegiatan yang melibatkan narasumber dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali ini, dapat menyiapkan dokumen perencanaan dan pengembangan desa. Juga terlaksananya Festival Desa Wisata 2021, terbentuknya desa wisata di Lembata dengan keunikan serta kekhasan budaya dan alam, serta meningkatnya pendapatan dan PAD Lembata dari sektor pariwisata.

FGD dimaksud digelar selama lima hari dari 1 – 5 November 2021 melibatkan 25 desa wisata. Lima desa sasaran, yakni Desa Waijarang, Bour, Pasir Putih, Lolong, dan Desa Tewaowutung mendapatkan jadwal hari pertama pada Senin, 1 November 2021.

Selanjutnya hari kedua, Selasa, 2 November, diikuti peserta dari Desa Dikesare, Hadakewa, Balirebong, Lamadale dan Riangnao. Pada hari ketiga, Rabu, 3 November, diikuti Desa Sulit, Lerek, Atakore, dan Lusilame.

Sementara pada hari keempat, Kamis, 4 November, diikuti Desa Lamalera A, Lamalera B, Wulandoni, Atawai, dan Belabaja, dan pada hari terakhir, Jumat, 5 November diikuti peserta dari Desa Balauring, Leuwayan, Hingalamamengi, Mahal 2, Wowong, dan Bean.

Unsur yang dilibatkan dalam pelatihan yakni pemerintah desa, BPD, Pokdarwis, BUMDes, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur ekonomi kreatif. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *