Pengungsi Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Pulang, Posko Penampungan Langsung Lengang

Pengungsi Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Pulang, Posko Penampungan Langsung Lengang
Para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok mengangkat barang-barang mereka menuju truk yang akan mengantar mereka pulang kampung, Minggu, 3 Januari 2020.

Lembatanews.com – Pemulangan pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok pada Minggu, 3 Januari 2021 menyusul telah berakhirnya perpanjangan masa tanggap darurat kedua pada Sabtu, 2 Januari 2020. Kepulangan para pengungsi yang ditampung di 21 tempat penampungan resmi pemerintah langsung membuat lengang kompleks eks kantor bupati Lembata yang selama ini dijadikan lokasi penampungan utama para pengungsi. Suasana lengang juga tampak di kompleks SD, SMP Don Bosco Lewoleba, serta di SD, SMP Santa Theresia Lewoleba.

Jika selama ini setiap hari sejak 29 November 2020 lalu terdapat begitu banyak orang hiruk pikuk di lokasi-lokasi penampungan itu, maka sejak Minggu, 3 Januari 2021 siang tampak lengang. Hanya ada beberapa relawan yang tampak membereskan tenda dan membersihkan sampah di lokasi penampungan.

Pantauan lembatanews.com sejak Sabtu, 2 Januari 2021, para pengungsi yang sudah mendapatkan informasi pemulangan, mulai mengepak barang-barang mereka untuk dibawa pulang.

Selanjutnya pada Minggu, 3 Januari 2021, sekitar pukul 08.30, pemulangan pengungsi dimulai. Para pengungsi di pos penampungan utama eks kantor bupati mulai dipulangkan menumpang truk dan mobil pemerintah lainnya.

Sebanyak 16 unit dump truk milik pengusaha dan pemerintah dikerahkan mengangkut para pengungsi, ditambah mobil light truk yang dihibahkan pemerintah kepada sejumlah gereja di Lembata.

Pemulangan pengungsi berbasis desa itu dilakukan dalam pengamanan aparat Polres Lembata dan TNI dari Koramil Lewoleba, Satpol PP, dan para relawan dari berbagai unsur.

Total pengungsi yang dipulangkan sebanyak 7.237 atau 2.105 kepala keluarga (KK). Sedangkan pengungsi dari Desa Jontona yang masih belum dipulangkan sebanyak 952 jiwa atau 257 KK.

Koordinator Seksi Informasi Tanggap Darurat Bencana Ile Lewotolok Markus Labi usai pemulangan pengungsi pada Minggu, 3 Januari 2020 menjelaskan, dari 21 titik penampungan resmi pengungsi, dalam pemulangan pada tahap pertama, telah berhasil dipulangkan pengungsi di 18 titik penampungan. Sementara tiga titik penampungan p ngungsi lainnya, yakni penampungan di Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan belum dipulangkan karena masih digelar perpisahan dengan warga penampung.

Sementara itu, pengungsi di posko penampungan MIS Nursalim Wangatoa sebanyak enak KK atau 25 jiwa yang belum dipulangkan, demikian pula di pos penampungan Kelurahan Lewoleba Tengah.

Sementara pengungsi mandiri ya g ditampung di rumah penduduk, terang Markus Labi, ada yang sudah pulang secara mandiri dan ada yang dikumpulkan di tiga titik untuk diantar pulang oleh pemerintah.

Sementara itu, pengungsi asal Desa Jontona yang belum diperbolehkan pulang, terangnya, masih ditampung di tiga penampungan resmi pemerintah, yakni gedung baru Perpustakaan Daerah, Kelurahan Lewoleba Tengah, dan di SDI Lewoleba 1.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Thomas Tip Des menjelaskan, setiap pengungsi yang dipulangkan dibekali beras untuk kebutuhan selama 12 hari. Per kepala mendapatkan alokasi 0,4 kg atau 4,8 kg untuk 12 hari.

Saat masuk kampung, terlebih dahulu digelar ritual adat di pintu masuk Desa Waowala dan Desa Lamagute. Sementara di Desa Lamaau, warga diterima dengan sapaan adat dan percikan air. Warga lalu masuk ke kampung diiringi Isak tangis. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *