Penyaluran BLT Dana Desa Tak Tuntas Pekan ini, Bupati Ancam Nonaktifkan Kepala Desa

Penyaluran BLT Dana Desa Tak Tuntas Pekan ini, Bupati Ancam Nonaktifkan Kepala Desa
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat memimpin rapat evaluasi penanganan covCovid di rumah jabatan Bupati, Kuma Resort, Senin, 11 Mei 2020.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengingatkan para kepala desa yang belum mengalokasikan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa agar segera merealisasikannya dalam.prkan ini. Jika tidak dapat disalurkan dalam pekan ini, ia mengancam.akan menonaktifkan para kepala desa yang belum membagikan BLT dana desa.

Kepada wartawan di rumah jabatan Bupati Lembata, Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Bupati Eliaser Yentji Sunur mengharapkan dalam pekan ini sudah harus pembagian tahap pertama.

“Musyawarah dan berunding jangan terlalu lama. Satu Minggu juga terlalu lama. Kalau uangnya sudah ada langsung dibagikan saja,” tegas Bupati Sunur.

Di hadapan pimpinan OPD yang hadir, Bupati juga minta agar saat turun ke desa tidak asal turun begitu saja. Namun, saat turun juga harus mendampingi para kepala desa dan BPD dalam musyawarah dan membantu membuatkan skedul dan skema kegiatan percepatan penyalurannya BLT dana desa.

Ia juga menegaskan agar alokasi dana bantuan sesuai ketentuan sebesar Rp600 ribu per KK per bulan dan diberikan selamatl tiga bulan. Karena itu, harus diberikan sesuai nilai yang telah ditetapkan. Tidak diperkenankan menurunkan besaran bantuan walau sudah ditetapkan dengan musyawarah. Jika ada kepala desa yang tak mengindahkan, maka akan diaudit Inspektorat dan jika terbukti dan tak dapat dipertanggungjawabkan, maka langsung didorong ke kejaksaan.

Setelah semua desa menuntaskan pernah yakuran BLT dana desa tahap pertama,ia berharap agar langsung dipersiapkan penyaluran tahap kedua atau bulan kedua. Bahkan, jika penyaluran melalui rekening bank, maka bisa langsung ditransfer tiga bulan sekaligus.

Ia juga mengingatkan para kades agar menginventarisir KK penerima secara baik. ASN, pendidikan ASN, para aparat desa, BPD, dan linmas yang telah mendapatkan penghasilan bulanan dipastikan untuk tidak masuk dalam KK penerima BLT dana desa.

Hingga saat ini, dari 144 desa di Kabupaten Lembata, batu sebanyak 16 desa yang menyalurkan BLT dana desa. Sisanya sejauh ini ada yang tinggal.menunggu SK camat, namun ada pula yang masih dalam tahaoqn musyawarah desa. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *