Perahu Pengangkut Mahasiswa dari Jawa Lolos Sandar di Pelabuhan, Bupati Ancam Copot Kadis dan Staf di Pelabuhan Lewoleba

Perahu Pengangkut Mahasiswa dari Jawa Lolos Sandar di Pelabuhan, Bupati Ancam Copot Kadis dan Staf di Pelabuhan Lewoleba
Enam.mahasiswa dari tujuh mahasiswa yang sebelumnya dijemput dari Babokerong akhirnya dipulangkan dan diserahkan kembali kepada orangtua, Minggu, 19 April 2020 untuk.menjakaninkarantina mandiri.

 

Lembatanews.com – Sebanyak lima pelajar dan mahasiswa dari Jakarta dan Jawa Timur yang diangkut menggunakan perahu nelayan dari Boleng, Pula Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) lolos masuk Lewoleba. Kapal bahkan sandar dan menurunkan kelima pelajar dan mahasiswa itu di Pelabuhan Lewoleba dan mereka lolos dari pemantauan petugas Dinas PUPR dan Perhubungan serta petugas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata di Pelabuhan Lewoleba.

Selain pelajar dan mahasiswa itu, ada satu pekerja migran dari Malaysia yang juga lolos masuk melalui Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutun. Ia pun sudah dijemput dan menjalani tes di RSUD Lewoleba sebelum menjalani masa karantina terpusat.

Kepala Dinas Kesehatan dr Lucia Shandra memberikan arahan kepada para mahasiswa sebelum dikembalikan kepada orangtua untuk.menjakani karantina mandiri.

 

Lolosnya para pelajar dan mahasiswa dari Pulau Jawa ini masuk ke Lewoleba tanpa pengawasan itu mendapat perhatian serius dari Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata saat menggelar video converensi dengan Posko Pelabuhan Lewoleba, Posko Utama kantor Bupati Lembata, dan Posko Karantina Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Minggu, 19 April 2020 dari Kuma Resort.

Ia bahkan mengancam akan mencopot kepala dinas, kepala bidang, dan kepala seksi serta petugas di Pelabuhan Lewoleba, jika kejadian pada Sabtu, 18 April 2020 malam itu kembali terulang.

Kakak beradik yang baru pulang dari Wakatobi dan dijemput dari Kalimat saat menjalani karantina terpusat di Puskesmas Pada. 

 

“Kalau Syahbandar yang izinkan sandar, nanti karantina di Syahbandar punya rumah,” tegasnya.

Bupati Sunur meminta supaya penjagaan di pelabuhan ditingkatkan dan penjagaan dilakukan hingga pagi. Agar, setiap labuh sandar harus ada koordinasi dengan pemerintah, Posko pelabuhan dan petugas kesehatan pelabuhan dalam rangka menyusun mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata.

Paskalis Tapobali, Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembataemberikan penjelasan kepada orangtua dari tiga pelajar dan mahasiswa dari Jawa yang dijemput untuk karantina terpusat, Minggu, 19 April 2020.

 

Ia juga meminta Sekda Paskalis Ola Tapobali untuk menyurati Bupati Flotim meminta jajarannya di tingkat kecamatan dan desa terutama yang ada di pesisir pantai guna mengingatkan warganya yang biasa menyewakan kapal atau perahu agar tak lagi melakukan hal itu. Jika nanti setelah ada penyampaian itu dan masihjuga dilakukan, ia mengancam.tidak saja menahan warga tetapi juga menahan.kapalnya untuk diproses lebih lanjut.

Krpada Sekda Tapobali, Bupati Sunur juga minta untuk kembali menyurati para camat dan kepala desa di Lembata yang berada di pesisir agar jika ada orang dari.luar yang masuk agar segera dikarantina di desa, minimal selama sepuluh hari. Sebab,mereka tak bisa semuanya dibawa ke posko karantina pusat di Lewoleba karena kapasitas sudah penuh.

Pada minggu, 19 April 2020 siang, posko karantina mengembalikan enam orang dari tujuh mahasiswa yang sebelumnya dijemput dari Babokerong untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Sedangkan satu mahasiswa lainnya tidak dipulangkan karena terbatasnya kapasitas tampung di rumahnya, ia tetap menjalani enam hari sisa masa karantina ya di posko karantina terpusat di Puskesmas Lewoleba di Desa Pada. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *