Pesta tak Terbendung, Uskup Larantuka Tiadakan Komuni Pertama dan Sakramen Perkawinan di Masa Pandemi Covid-19

Pesta tak Terbendung, Uskup Larantuka Tiadakan Komuni Pertama dan Sakramen Perkawinan di Masa Pandemi Covid-19
Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, Uskup Keuskupan Larantuka.

 

Lembatanews.com – Perayaan Komuni Suci Pertama dan pemberkatan Sakramen Nikah, selama masa Pandemi Covid-19 ditiadakan. Dua sakramen ini ditiadakan menyusul budaya pesta yang masih sulit diatasi sampai saat ini. Padahal, dari sanalah peluang penyebaran virus Covid-19 itu bisa terjadi.

Demikian penegasan Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung dalam Surat Keputusan Uskup Larantuka tentang Misa Hari Minggu Biasa, Hari Minggu Prapaskah, Pekan Suci, dan Paskah, dan Misa Harian dengan nomor KL 09/V.3/I/2021 tanggal 17 Januari 2021.

Selain Sakramen Komuni Pertama dan Sakramen Pernikahan, pelayanan Sakramen Krisma pun untuk tahun ini ditiadakan.

Sedangkan, perayaan Sakramen Baptis boleh dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Layanan sakramen orang sakit boleh tetap dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan drngan kerja sama petugas kesehatan yang tahu tentang kondisi pasien.

Untuk pasien Covid-19, tegas Uskup Kopong Kung, imam.boleh memimpin ibadah dan memberi absolusi dari luar kamar atau ruang pasien. Imam tetap menggunakan alat pelindung diri.

Selain sakramen, keuskupan juga meniadakan rapat pleno dewan pastoral paroki (DPP). Pastor bersama dewan harian harus merencanakan kegiatan pastoral paroki dalam situasi khusus saat ini.

DPP yang sudah selesai masa bhaktinya harus diperpanjang sampai situasi normal baru dibuat pergantian kepengurusan yang baru. Kalau ada pergantian anggota DPP anyar waktu bisa dilakukan oleh pastor paroki dengan surat penunjukkan dan penugasan.

Para pastor paroki dan yang bekerja di lembaga untuk sementara waktu disarankan untuk tidak mengadakan kunjungan ke stasi-stasi bila tidak terlalu mendesak. S baiknya tinggal di tempat atau Stasi pusat dan melaksanakan kegiatan di pastoral di kantor dan di rumah lembga.

“Para imam boleh merayakan Ekaristi di gereja, Kapela komunitas pastoral dan biara,” tegas Uskup.

Sementara perayaan misa di gereja, Uskup Larantuka menegaskan bahwa memperhatikan situasi di seluruh wilayah Tanah Air, di Provinsi NTT dan di kedua wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata dan di seluruh wilayah Keuskupan Larantuka bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir bahkan meningkat, maka menghentikan perayaan Ekaristi dan ibadat Umat di gereja dan kapela, baik misa harian, misa hari Minggu, misa masa Prapaskah, Pekan Suci dan Paskah.

Imam, tegasnya, boleh merayakan Ekaristi di gereja atau kapela, dengan live streaming bila memungkinkan. Umat boleh mengikuti misa live streaming dari rumah masing-masing. “Di tempat-tempat yang sulit untuk live streaming. umat diminta untuk betibadat atau berdoa di rumah  masing-masing,” tegas Mgr Frans Kopong Kung.

Ia juga mengimbau untuk tetap memperhatikan potokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Dikatakannya, Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Larantuka tahun 2021 dengan tema “Keluarga Katolik Menciptakan Generasi Baru”, kegiatan Katorde dan ibadah basis tidak bisa diadakan.

“Fokus kita di keluarga. Dengan demikian keluarga-keluarga mengadakan kegiatan APP di rumah, dengan mengadakan Ibadat keluarga dan dialog di dalam keluarga masing-masing,” tegasnya.

Selain itu, terang Uskup, perayaan-perayaan devosi Semana Santa dan prosesi Jumat Agung dibatalkan dan difokuskan pada makna spiritual dan prosesi bathin dari tradisi ini. (tim lembatanews)

1 Komentar


  1. Sangat mendukung sekali atas kebijakan USKUP LARANTUKA tersbut..
    👉MENGENAI MASALAH pesta ‘
    Pesta …..
    Sepertinya sdh menjadi budaya di NTT sdh mengakar dan susah untk di hilangkan…
    Tetapi muda2n generasi muda kita agar cepat sadar dan bisa mmbendung diri ‘
    Krna di saat ini masih PANDEMI COVID…
    Thanks buat USKUP LARANTUKA
    Dgn mengambil kebijakan yg sangat tepat sekali…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *