Petrus Gero: Pangkas Anggaran Pengadaan Mobdin Pimpinan Dewan untuk Dukung Tambahan Dana Covid-19

Petrus Gero: Pangkas Anggaran Pengadaan Mobdin Pimpinan Dewan untuk Dukung Tambahan Dana Covid-19
Forum rapat Forkopimda Lembata di rumah jabatan Wakil Bupati Lembata, Jumat, 27 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menegaskan, sebagai pimpinan DPRD, ia prihatin dengan belum memadainya anggaran yang tersedia secara khusus untuk penanganan Covid-19 di Lembata. Untuk itu, ia mendorong pemerintah untuk segera mencari langkah sedini mungkin untuk pergeseran anggaran di OPD untuk menambah alokasi dana penanganan Covid-19. Bahkan, secara tegas ia mengatakan agar bila perlu dana pengadaan tiga unit mobil dinas (mobdin) pimpinan DPRD Kabupaten Lembata agar dipangkas untuk kepentingan masyarakat.

Petrus Gero di hadapan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lembata, Jumat, 27 Maret 2020 di rumah jabatan Wakil Bupati Lembata juga menegaskan, rencana pengadaan mobil dinas pimpinan Dewan sudah dianggarkan sejak Juni 2019 lalu. Namun, karena saat ini masyarakat Lembata sedang dalam ancaman bahaya Covid-19 dan membutuhkan alokasi dana yang besar, maka ia mendorong agar dana pengadaan mobil dinas pimpinan Dewan dipangkas untuk kepentingan masyarakat.

Bahkan, lanjutnya, jika masih memungkinkan maka dana bimtek untuk DPRD pun dapat diambil untuk mendukung penambahan dana penanganan Covid-19 mengingat jika mengandalkan dana biaya tak terduga (BTT) saja tidak cukup karena relatif kecil yakni hanya sebesar Rp1,7 miliar.

“Perlu disyukuri saat ini Lembata masih negatif. Saya setuju perlu tahapan pencegahan dengan lock down untuk menutup diri sementara waktu karena menghadapi “musuh” yang tidak kelihatan,” tegas Petrus Gero.

Ia juga mengimbau agar perlu dilakukan pengendalian pada pelabuhan yang ada mengingat armada penerbangan Trans Nusa sudah menutup layanan penerbangan ke Lembata.

Ia juga mendorong langkah karantina mandiri dengan berada di rumah. “Sebaiknya memilih untuk di rumah saja dan tidak ikut menularkan atau tertular,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, jika ada OFP bahkan PDP yang berhasil masuk ke Lembata maka hal itu sangat berbahaya mengingat sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang belum cukup siap dalam menangani Covid-19. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *