Pinjaman Dana PEN, Diajukan Almarhum Yentji Sunur, Direalisasikan Thomas Ola

Pinjaman Dana PEN, Diajukan Almarhum Yentji Sunur, Direalisasikan Thomas Ola
Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai berdialog dengan tokoh masyarakat di eks rumah jabatan bupati, kompleks eks kantor bupati, Rabu, 18 Agustus 2021, untuk mendengarkan masukan dari para tokoh masyarakat.

 

Lembatanews.com – Pinjaman dana PEN (pemulihan ekonomi nasional) sebesar Rp225 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata yang diajukan semasa kepemimpinan Bupati Lembata almarhum Eliaser Yentji Sunur, akhirnya disetujui dan segera direalisasikan di masa kepemimpinan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai. Untuk pemanfaatannya, akan difokuskan untuk penanganan infrastruktur di dalam Kota Lewoleba hingga tuntas dan ke sentra produksi.

Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai saat dialog dengan tokoh masyarakat di eks rumah jabatan bupati, kompleks eks kantor Bupati Lembata, Rabu, 19 Agustus 2021 menegaskan, Pemkab Lembata berencana meminjam dana PEN. Dalam diskusi bersama Sekda Paskalis Ola Tapobali, rencana pinjaman itu untuk membangun jalan, air bersih, dan kantor pemeri Tah yang selama ini masih banyak yang sewa.

“Tapi kalau mau pinjam saya mau fokus. Pinjam dan seluruhnya pakai bangun jalan saya mau,” tegas Thomas Ola.

Dengan hanya fokus membangun jalan, ia i gin membangun hingga tuntas ruas jalan ya g wilayahnya memiliki penduduk yang banyak dan mobilitasnya tinggi dan untuk menghubungkan pusat-pusat pelayanan. Dan, jika dananya cukup, ia berkeinginan membangun seluruh jalan desa

Saat ini, lanjutnya, terdapat 577 kilometer jalan kabupaten dan hanya 140 kilometer yang dalam kondisi baik. Sisanya sebanyak 137 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

“Harap APBD saja sampai kapan selesai. Sampai anak cucu juga tidak bisa nikmati jalan mulus,” katanya.

Karena itu, jika fokus membangun 200 kilometer jalan maka setelah jalan baik, akan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi dan akan menciptakan ekonomi biaya murah.

Dikatakannya, Dirjen Perimbangan Keuangan sudah menyetujui pinjaman PEN. Di NTT, hanya dua kabupaten yang disetujui yakni Sikka dan Lembata. Untuk itu, diberikan waktu hingga 20 Agustus ini untuk melengkapi seluruh persyaratannya. Jika tidak maka akan dibatalkan.

“Ini kepercayaan. Saya akan bicarakan dengan DPRD apa mungkin dapat dilakukan,” katanya.

Petrus Bala Wukak, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lembata kepada wartawan, Kamis, 19 Agustus 2021 mengatakan, usulan pinjaman dana PEN sebesar Rp225 miliar itu sudah sejak lama diajukan pada masa kepemimpinan almarhum Eliaser Yentji Sunur masih hidup. Saat ini, lanjutnya, sudah ada jawaban.

“Pak Plt (Bupati) juga sudah presentasikan semalam di Dewan dengan ruas-ruas infrastruktur yang akan dibangun seandainya dijawab pihak PEN. Dewan sudah memberi masukan termasuk bunga pinjaman yang jangan sampai memberatkan daerah karena jangka waktu pinjaman delapan tahun yang melampaui masa jabatan paket Sunday,” tegas Petrus Bala Wukak.

Karena itu, lanjutnya, Dewan meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan betul kemampuan keuangan daerah agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari.

Ketika ditanya kebijakan pinjaman dana PEN di masa almarhum Eliaser Yentji Sunur yang mendapat reaksi penolakan termasuk di kalangan Dewan, Bala Wukak mengakui bahwa pada saat itu, hanya partai koalisi Golkar, NasDem, dan Hanura yang tergabung dalam Fraksi Golkar dan Fraksi NasDem-PKS saja yang mendukungnya, sedangkan fraksi lainnya menolak.

  • “Saya hanya senyum- senyum saja karena dunia politik seperti itu sudah. Kadang orang bisa kehilangan rasionalitas berpikir karena tidak suka dengan orang meski kebijakannya baik untuk rakyat,” tegas Bala Wukak. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *