PKK Provinsi NTT Supervisi dan Pendampingan di Desa Horinara

PKK Provinsi NTT Supervisi dan Pendampingan  di Desa Horinara

Lembatanews.comTim Penggerak PKK Provinsi NTT melalui Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT Maria Fransiska Djogo melakukan pembinaan dan supervisi PKK Provinsi NTT di Desa Horinara sebagai salah satu desa model PKK pada Rabu, (10 Juli 2019).

Ketua TP PKK Kabupaten Flores Timur Lusia Barek Hayon mengatakan, kegiatan tersebut merupakan perwujudan semua program OPD  lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

“Ada 10 program pokok PKK yang dijabarkan dalam empat kelompok kerja dan hari ini kita akan mendengar arahan dari ibu Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT tentang program – program kerja yang nanti kita saling bermitra” kata Barek Hayon.

Ia berharap agar kehadiran para pimpinan OPD dalam kegiatan tersebut bisa membuat program kerja untuk membantu desa model.

Ia juga mengakui bahwa PKK tidak bisa bekerja sendiri tanpa campur tangan dari OPD di Flores Timur. “Desa Model tidak akan berhasil kalau hari ini kita hadir dan besok kita pulang dan tidur selanjutnya. Saya yakin kalau kita tidur maka sebagai desa Model di Flores Timur, Desa Horinara mati suri”, tegas Barek Hayon.

Ia juga berharap dari 22 kabupaten/kota se–NTT, Desa Horinara menjadi contoh untuk kabupaten lain. Untuk itu ia meminta Camat Kelubagolit, kepala desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan desa untuk  bergandengan tangan membuat Desa Horinara sebagai desa contoh PKK untuk Kabupaten Flores Timur agar nantinya kecamatan – kecamatan lain serta desa – desa lain akan datang dan belajar di Horinara.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT Maria Fransiska Djogo mengatakan, gerakan PKK belum dikenal secara luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. Gerakan PKK yang digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh perempauan secara sosial dan budaya masih dipandang memiliki kepemimpinan dan managerial yang relatif rendah. Kelompok Dasa Wisama yang merupakan ujung tombak PKK di daerah dan berfungsi sebagai bahan data pada umumnya belum dibentuk.

Kalaupun sudah terbentuk, lanjutnya, belum melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal. Kegiatannya masih terbatas pada arisan.

“Kenapa kita bisa membuat program desa model? Semuanya ini bertujuan untuk kesejahteraan keluarga. Semua pekerjaan program yang ada itu ujung – ujungnya untuk kesejahteraan keluarga. Kalau keluarga – keluarga di desa sejahtera tentu negara kita kuat”, kata Maria.

Latar belakang dari Program Desa Model adalah Gerakan PKK di Indonesia dengan 10 program pokok PKK yang telah ada sejak tahun 1972. Di Nusa Tenggara Timur rata – rata tingkat pendidikan di desa-desa masih banyak yang tidak lulus SD, bahkan ada yang tidak lulus SMP dan SMA. Penduduk miskin 20,85 persen masuk peringkat tiga Nasional. Angka Indeks Manusia ( IPM ) 63,73 persen. Angka Prefelensi bayi stunting 40,30 persen merupakan peringkat tertinggi nasional dan nomor dua se-Asean.

Ketua TP PKK Desa Horinara Anisa Prada dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur karena dari semua desa di Flores Timur, Horinara terpilih sebagai desa model. Ia merasa ini merupakan amanah untuk memperbaiki apa yang telah dibuat meskipun banyak yang belum dibuat sebelumnya.

Camat Kelubagolit Lambertus Uli Tokan berpesan kepada Tim Penggerak PKK Desa Horinara agar selalu siaga melakukan pendampingan program dan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait karena Horinara telah dijadikan desa model.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Flores Timur dan terkhusus kepada Wakil Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami sangat berterima kasih karena ibu Wakil Ketua sudah jauh-jauh dari Kupang hadir di daerah kami. Ini adalah bentuk silahturahmi yang sangat bagus”, kata Lambertus.

Kehadiran pengurus PKK dari provinsi akan memicu semangat Tim PKK di desa untuk menjalankan program demi kesejahteraan masyarakat. (sumber humas setda flotim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *