Plt Bupati Thomas Ola: Beli Alat Rp8 Miliar, Alat Rusak Rp1 Juta tak Bisa Diatasi

Plt Bupati Thomas Ola: Beli Alat Rp8 Miliar, Alat Rusak Rp1 Juta tak Bisa Diatasi
Rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantor Bupati Lembata, Senin, 27 Juli 2021 dipimpin Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai.

 

Lembatanews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan Covid-19, Senin, 26 Juli 2021 mengatakan, setelah mendengarkan masukan dari para dokter puskesmas dan kepala pyskesmas, ditemukan banyak sekali persoalan di lapangan terutama terkait hidup dan matinya tenaga kesehatan (nakes), para dokter, dan masyarakat, akibat Covid-19.

“Saya mohon menjaga agar ke depan varian baru tidak masuk Lembata dan ketika masuk menjadi tanggung jawab bersama,” kata Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai.

Berdasarkan data, saat ini terdapat 99 nakes yang positif dan masih menjalani isolasi mandiri di rumah. U tuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan agar dibantu asupan vitamin dan obat-obatan.

Soal reward dan insentif terhadap nakes dan dokter, Thomas Ola mengatakan, Ketua DPRD sudah membuka ruang untuk memanfaatkan mendahului perubahan, sehingga ia meminta Sekda dan kepala Dinas Kesehatan untuk memanfaatkan ruang itu.

“Jangan biarkan nakes menderita, penuh harap untuk sesuatu yang tidak pasti, padahal pengorbanan mereka jelas. Negara dan daerah tidak boleh kalah dengan penyakit ini,” tegas Thomas Ola.

Terkait ketersediaan oksigen untuk melayani pasien covid, ia meminta manajemen rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan oksigen yang dapat mencukupi kebutuhan.

“Pasien boleh mati tetapi jangan mati karena ketiadaan oksigen. Karena itu pemerintah membunuh. Puskesmas dan rumah sakit kalau tidak ada oksigen diberitahukan. Ini soal mati dan hidupnya rakyat Lembata,” tegasnya.

“Mesin produksi oksigen Rp 8 miliar mampu beli, alat rusak satu juta, tenaga operator tak bisa dibiayai. Kalau masih bisa perbaiki diperbaiki. Kalau tidak bisa lagi agar minta bantuan yang bisa sediakan oksigen secara memadai,” tegas Thomas Ola.

Ia minta agar dibuatkan analisa kebutuhan tabung standar di rumah sakit dan puskesmas. Jangan lagi menunggu, karena sudah menyangkut hidup dan matinya warga Lembata.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero mengatakan, upaya menekan laju covid, juga untuk menekan jumlah orang meninggal karena covid.

“Jumlah 36 meninggal karena covid ini angka besar yang harus diminimalisir,” tegas Gero.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperhatikan insentif dan tunjangan kinerja bagi tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas menangani Covid-19.

Faktor penghubung kinerja kerja nakes yang tinggi dituntut tanpa dibarengi reward dan ini harus dibicarakan sebelum perubahan APBD, dan jika memungkinkan dapat dilakukan melalui mendahului perubahan APBD untuk selamatkan situasi saat ini,

“Tanpa reward lalu tuntut orang bekerja bagus itu belum ada teori,” tegas Gero.

Terkait vaksin yang sudah didatangkan, dan hanya terima tahap pertama, menurut Gero sangat merugikan negara, sehingga menjadi tugas bersama untuk mengajak masyarakat agar divaksin. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *