PN Lembata Gelar Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Istri Syukur Wulakada Jadi Tahanan Rumah

PN Lembata Gelar Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Istri Syukur Wulakada Jadi Tahanan Rumah
Suasana di ruang sidang PN Lembata.

 

Lembatanews.com – Pengadilan Negeri (PN) Lembata akhirnya pada Selasa, 17 Maret 2020 menggelar sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap Mohamad Rizal Saputra, anak di bawah umur berusia 17 tahun, dengan terdakwa Abdullah Syukur Wulakada, Iswanti Rahayu, dan Ali Bethan.

Tiga orang terdakwa yang sebelumnya ditahan jaksa dihadirkan dalam persidangan didampingi penasehat hukum.mereka Emanuel Belida Wahon.

Sidang perdana ini dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap tiga terdakwa. Sidang berlangsung singkat di bawah penjagaan ketat aparat Polres Lembata.

Sidang dimulai sekitar pukul 10.30 dan berakhir sekitar pukul 11.00.

Hakim tunggal Ngurah Suradatta Dharmaputra langsung mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membacakan dakwaan untuk ketiga terdakwa.

Dalam dakwaan JPU, dijelaskan bahwa korban anak di bawah umur atas nama, Mohamad rizal Saputra dianiaya dengan pukulan baik dengan tangan maupun batu, dengan tendangan, menyolot api di telinga korban, menyiram pasir ke tubuh korban dan beberapa perbuatan tak terpuji lainnya.

Setelah mendengar dakwaan yang dibacakan JPU, majelis hakim mempersilahkan para terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

Para terdakwa melalui penasehat hukumnya Emanuel Belida Wahon, secara lisan menyampaikan kepada majelis hakim bahwa tidak melakukan eksepsi terhadap dakwaan JPU.

Belida Wahon hanya mempertanyakan kepada hakim terkait usulan penangguhan penahanan untuk ketiga kliennya yang telah ditahan di Rutan Lembata sejak 11 Maret lalu.

Menjawab pertanyaan penasehat hukum para tersakwa, hakim mengatakan untuk penangguhan penahanan sudah dipertimbangkan dan diputuskan untuk dikabulkan satu dari tiga terdakwa, yaitu Iswanti Rahayu yang juga merupakan istri dari terdakwa Abdullah Syukur Wulakada.

Iswanti tidak lagi menjadi tahanan di Rutan, tetapi menjadi tahanan rumah dan akan datang mengikuti sidang apabila dipanggil pengadilan.

Sidang lanjutan kasus tersebut akan kembali digelar pada 31 Maret mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *