Polisi Siagakan Water Canon Amankan Aksi 18 Pendemo Amara

Polisi Siagakan Water Canon Amankan Aksi 18 Pendemo Amara

Lembatanews.com – Kepolisian Resor (Polres) Lembata menyiagakan satu unit water canon untuk mengamankan aksi demo 18 orang dari Aliansi Mahasiswa Rakyat Lembata (Amara). Massa aksi Amara mempertanyakan landasan hukum 18 anggota DPRD Periode 2014-2019 menyetujui lanjutan pembangunan objek wisata di Pulau Siput Awulolong. Massa aksi meminta Dewan memberikan rekomendasi peninjauan kembali persetujuan lanjutan pembangunan destinasi wisata Awulolong.

Para pendemo yang mendatangi gedung DPRD Lembata pada Kamis (12 September 2019) sekitar pukul 11.00 sempat dihadang aparat Satpol PP dan aparat Polres Lembata di pintu gedung Peten Ina. Namun setelah bernegosiasi sekitar setengah jam dan mereka berorasi di luar pagar gedung, massa Amara lalu diterima untuk berdialog dengan pimpinan sementara dan anggota Dewan.

Massa aksi sempat bersitegang di ruang kerja ketua sementara karena mereka tidak mau berdialog di ruang kerja ketua sementara. Mereka menuntut agar dialog digelar di ruang sidang utama.

Dialog akhirnya tetap dilanjutkan di ruang kerja ketua sementara.

Koordinator Umum Aksi Amara Askar Ratulela mengatakan, Amara terdiri atas aliansi dari mahasiswa Makassar dan Kupang bersama masyarakat nelayan Lembata. Kehadiran Amara untuk mempertanyakan landasan apa yang digunakan Dewan memberikan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan di Awulolong di tengah konflik.

Pada kesempatan itu ia meminta kepada Dewan untuk memberikan dokumen persetujuan yang dilakukan Dewan kali lalu dan mrminta pimpinan Dewan membeberkan nama-nama 18 anggota Dewan dan dari fraksi mana saja yang menyetujui kelanjutan pembangunan di Awulolong.

Karena itu, ia meminta Dewan memberikan rekomendasi peninjauan kembali keputusan yang dibuat 18 anggota Dewan periode 2014-2019. (tim lembatanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *