Polres Lembata Sosialisasi Covid-19 Lewat Lagu Hip-hop Ukur Gutun

Polres Lembata Sosialisasi Covid-19 Lewat Lagu Hip-hop Ukur Gutun
Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora bersama anggota Polres Lembata, Bripka Rafael Bediona, Bripka Elifast Haumuti, Ipda Yance Kadiaman, dan Brigpol Tomi Bartels yang mengisi suara dalam hip-hop aukur Gutun. 

 

Lembatanews.com – Kepolisian Resor (Polres) Lembata dibawah komando Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Setelah melalui pengumuman dan sosialisasi turun langsung ke masyarakat, kali ini Polres Lembata mencoba sosialisasi melalui lagu dan memilih lagu hip-hop Ukur Gutun yang sudah sangat familiar di Lembata dengan mengubah syair terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Penyanyinya adalah Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora bersama anggota Polres Lembata, Bripka Rafael Bediona, Bripka Elifast Haumuti, Ipda Yance Kadiaman, dan Brigpol Tomi Bartels.

Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu, 25 April 2020, menjelaskan, sosialisasi lewat lagu itu dilakukan setelah pada saat video converence (vicom) dengan Kapolda NTT, seluruh jajaran diminta untuk mrmbuat imbauan dalam bahasa daerah. Jika membuat tiktok dalam bahasa daerah, tentu untuk Lembata harus gunakan beberapa bahasa seperti bahasa Kedang, bahasa Ile Ape, dan bahasa daerah lainnya di Lembata.

Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora.

 

Karenanya, ia lalu berpikir untuk membuat lagu hip-hop bahasa Lembata. Ia lalu mencoba menulis syair untuk membuat lagu dengan menganti syair lagu Ukur Gutun sedangkan musiknya menggunakan lagu hip-hop Ukur Gutun yang dipopulerkan Hip-hop Lembata Foundation (HLF).

“Setelah orat-oret dan sepuluh menit jadi dan coba nyanyi supaya kata kata dengan alur, lalu buatlah rap dengan tulisan sendiri supaya mengalir,” kata Simamora.

Setelahnya, ia memanggil Tomi dan menyampaikan mau buat lagu. Saat itu Tomi sempat kaget namun setelah berdiskusi dan sampaikan bahwa lagunya menggunakan musik Ukur Gutun dan disampaikan kepada HLF untuk meminta izin.

“Kebetulan lagu Ukur Gutun dibuat di Kepo One Studio, Waikomo, di studionya Marianus, jadi minta Marianus hubungi HLF dan sampaikan mau nyanyi lagu cegah Corona dengan lagu Ukur Gutun dan diganti syairnya dengan lagu corona,” katanya.

Setelah itu, lanjutnya, pada Selasa, 21 April 2020 langsung dilakukan proses rekaman di studio milik Marianus.

“Dalam perjalanan ke studi, saya pikirkan lagunya terlalu pendek jadi coba coret lagi tambahkan untuk tidak mudik, tambah phisical distancing dan tunda pesta tahun depan,” katanya.

Setibanya di studio rekaman di Waikomo, ia pun.mulai membagi peran siapa yang masuk.lebih dahulu untuk menyanyi dan setelah beres langsung masuknstui rekaman dan mulai rekaman. Rekaman dimulai dari pukul 19.30 dan baru berakhir sekitar pukul 22.30

“Kita kan belum pernah rekaman sama sekali jadi bingung nih, tapi nyanyi saja,” urainya.

Keesokan harinya setelah rekaman, langsung dilanjutkan dengan proses pengambilan gambar untuk video klip.

Dalam proses pembuatan video klip pun melibatkan para anggota Polres Lembata dan disetting senatural mungkin. Bahkan, para personel yang terlibat dalam prngambilan gambar video klip tak menyadari jika sedang dilakukan pembuatan video klip.

Ia berharap, imbauan yang disampaikan melalui lagu hip-hop itu dapat dilaksanakan oleh kelompok milenial dan siapapun. Sebab wabah virus Korona ini tidak memandang bulu.

“Tujuannya mau sampaikan pesan. Kalau himbau ya begitulah kondisinya. Ketika didatangi bubar tapi ketika pulang, kumpul lagi.tapi dibuat dalam parodi yang lucu buat bisa diikuti,” urainya.

Ia juga mengaku sangat puas karena lagu itu diterima dan pesan ditaati. “Jadi, selain jadi lhiburan dan ada parodi lucu-lucunya, tapi bisa ditaati. Lebih dari itu, dengan begini Lembata yang tidak terkenal dengab lagu itu keluar orang bisa mengenal Lembata,” kata Simamora. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *