PT PLN Serahkan Donasi untuk Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok

PT PLN Serahkan Donasi untuk Korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok
Manager ULP PLN Lembata Darius Uren menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana erupsi Gunung Api Ile Lewotolok diterima Asisten II Wens Ose Pukan, Kamis, 10 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memberikan bantuan kepada warga pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang menimpa warga di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata. Donasi sebesar Rp100 juta sebagai bentuk kepedulian PT PLN terhadap para korban erupsi Ile Lewotolok.

Penyerahan bantuan secara simbolis bertempat di posko utama, Kamis, 10 Desember 2020.

Bantuan diserahkan Manager ULP PLN Lembata Darius Uren mewakili General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko dan diterima Asisten II Sekda Lembata Wenseslaus Ose Pukan, didampingi Kadis Kominfo Markus Labi, Kadis PTSp-Ketenagakerjaan Irenius Suciadi, dan Kepala BKD-PSDM Patrisius Ujan.

Darius Uren menjelaskan, penyerahan bantuan tersebut merupakan komitmen PLN untuk membantu masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

“Pada kesempatan ini kami menyerahkan bantuan bencana dengan harapan bantuan ini sedikitnya dapat meringankan beban para pengsungsi khususnya dalam kondisi siaga erupsi ini,” ujar Darius Uren.

Sementara itu, Wens Ose Pukang pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Lembata.

Sejak Minggu, 29 November 2020 lalu, kata Wens Ose Pukan, PLN sudah mendukung Pemkab Lembata di posko utama dengan menyiapkan penerangan listrik hingga Sabtu, 13 Desember 2020.

“Terima kasih juga atas semua bantuan yang diberikan selain dalam bentuk penerangan listrik, material (sembako dan trauma healing untuk anak-anak) yang telah diberikan dan untuk 9.000 masker hari ini yang telah diberikan kepada kami,” kata Wens Ose Pukan.

Saat ini, jumlah oe fungsi yang ditampung pemerintah di penampungan resmi yang disediakan pemerintah maupun yang ditampung di rumah-rumah penduduk sudah mencapai sebanyak 8.027 jiwa yang merupakan warga yang tempat tinggalnya berada di zona merah. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *