Pusat Kuliner Khas Lewolein Mulai Menggeliat di Era New Normal

Pusat Kuliner Khas Lewolein Mulai Menggeliat di Era New Normal
Pengunjung Pantai Lewolein menikmati view indah di sepanjang pantai sebelum menikmati sajian kuliner khas di arena wisata ini.

 

Lembatanews.com – Pusat Kuliner di Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata mulai menggeliat. Aktivitas para pedagang di pusat kuliner Pantai Lewolein yang eksotis itu kini mulai hidup lagi setelah sempat tidur panjang selama kurang lebih tiga bulan akibat Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, tak terkecuali Kabupaten Lembata.

Disaksikan Lembatanews.com pada Senin, 8 Juni 2020 sore, aktivitas para pedagang di sepanjang Pantai Lewolein sudah mulai menggeliat. Sejumlah lapak jualan pedagang yang selama ini tutup mulai dibuka kembali. Pengunjung pun mulai ramai berdatangan ke lapak kuliner khas ikan bakar dan ketupat di area Pantai Lewolein ini.

Pengunjung objek wisata Pantai Lewolein berfoto di arena Selvie yang sudah disediakan. 

 

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang memantau aktivitas di pusat kuliner Pantai Lewolein pada Senin sore mengatakan, saat ini tempat-tempat wisata di Kabupaten Lembata sudah mulai diizinkan untuk dibuka. Namun, semua aktivitas pariwisata di era New Normal ini tetap dibatasi dan diwajibkan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan.

Semua pedagang kuliner di pusat kuliner Pantai Lewolein diwajibkan menjaga jarak dan selalu mengenakan masker. Tak hanya pedagang di lokasi itu, semua pengunjung pun diwajibkan untuk mengenakan masker. Para pedagang di pusat kuliner itu juga diimbau untuk menyiapkan masker untuk dijual kepada para pengunjung yang tak menggunakan masker saat berkunjung dan menikmati kuliner serta panorama indah Pantai Lewolein.

Pemandangan yang indah memanjakan setiap pengunjung.

 

“Lewolein juga sama. Uji coba transisi untuk ke normal. Jadi masih dalam batasan-batasan. Kemarin (Minggu, 7 Juni 2020) masih terlalu ramai, tapi hampir semuanya tidak.pakai masker dan dekat-dekat. Kalau dekat satu keluarga tidak apa sambil makan, tapi bergaul dengan keluarga lain harus pakai masker,” tegas Bupati Sunur.

Dia menambahkan, bahwa eskalasi.akan terus turun dan normal kembali. Yang penting, baginya, adalah disiplnin dan mengikuti arahan pemerintah.

Kepala Desa Dikesare Rafael Suban Ikun mengatakan, pusat kuliner Pantai Lewolein sudah mulai dibuka sejak 19 Mei 2020 lalu. Sebelum dibuka, pihak ya terlebih dahulu berkoordinasi dengan camat dan bupati dan diarahkan untuk dibuka dengan tetap dilakukan pembatasan dan wajib menggunakan masker.

Para pengunjung pusat kuliner khas Lewolein sedang menikmati sajian ketupat dan ikan bakar.

 

Uji coba yang dilakukan, lanjutnya, masih dalam oembatasan. Sehingga, dari 43 pedagang di pusat kuliner tidak semuanya langsung berjualan. Tetapi, dilakukan secara bergilir agar bisa diatur jarak saat berjualan di lokasi wisata Pantai Lewolein itu.

“Setelah sampaikan semua sepakat dan coba awal untuk buka dan berlakukan den satu pintu dan wajibkan masuk dengan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Juga ukur suhu siapkan dua unit dan tambah bidan desa punya jadi tiga. Di pintu masuk dan posko,” terang Suban Iku.

Di awal uji coba pembukaan pusat kuliner, lanjutnya, masih jarang oengunjung. Namun, saat ini sudah mulai ramai kembali. Karenanya, ke depan akan terus dilakukan pengontrolan agar wisatawan yang datang bisa dikontrol.

“Datang kadang hanya satu dua orang dan ke depan akan perhatikan, wisatawan yang datang hampir tak terkontrol karena banyak yang tidak bermasker. dan sudah rapat dengan tim Gugus Tugas agar ke depan harus atasi ini. Pengunjung yang tidak ada masker kita siapkan masker dan beli di sini,” katanya.

Pihaknya akan menyiapkan masker dan dijual dengan harga antara Rp7.00 hingga Rp10 ribu per unit.

Dikatakannya, yang menjadi daya tarik di Lewolein selain kuliner khasnya, juga potensi sumber daya pantainya yang eksotis dan menarik. Ia juga berbangga, karena untuk Lembata saat ini, satu-satunya pusat kuliner yang eksis hanya di Pantai Lewolein.

Karenanya, ke depan akan terus dibenahi dan akan dibuka pada malam hari dengan menyediakan konsep ngopi malam atau ngopi bareng. Pihaknya bahkan akan merancang ngopi bareng di atas pohon sebagai salah satu ikon dan daya tarik pusat kuliner Pantai Lewolein. (tim Lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *