Pusat Kuliner Mingar Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Pusat Kuliner Mingar Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Hermina Saloso, salah satu pelaku ekonomi di pusat kuliner Pantai Watan Raja Mingar, Kecamatan Nagawutun saat menyajikan ikan dan ketupat untuk pengunjung.

Lembatanews.com – Pusat kuliner Mingar di destinasi wisata Pantai Watan Raja Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Pusat kuliner yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disuport Pemprov NTT itu kini sudah mulai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Mingar.

Hermin Saloso, salah satu pelaku usaha di pusat kuliner Mingar kepada Lembatanews.com mengakui, setiap hari mereka berjualan di los pusat kuliner yang sudah disiapkan di lokasi wisata itu.

Terdapat delapan los pusat kuliner yang sudah dibangun di kawasan pantai dan ditempati secara bergilir oleh setiap kelompok. Satu los digilir oleh lima kelompok setiap minggu.

Rata-rata penghasilan per hari di atas Rp150 ribu. Pendapatan akan meningkat pada Sabtu dan Minggu saat kunjungan ramai. Pada Sabtu dan Minggu, pendapatan bisa mencapai kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Menu yang disediakan berupa ikan bakar, ketupat, keleso, sayur, kopi, teh, dan aneka gorengan.

“Kebanyakan pengunjung datang dari kota Lewoleba. Dan biasanya mereka datang berkelompok,” kata Hermin Saloso.

Ada kalanya, kalau dari Kedang biasanya membawa makanan sendiri dan hanya belanja ikan bakar

“Tapi kalau dari Kota Lewoleba biasanya datang baru belanja makan minum di sini. Kami sangat terbantu sekali dengan hadirnya wisata Pantai Watan Raja Mingar ini,” katanya.

Menu yang disediakan berupa ikan bakar, ketupat, keleso, sayur, kopi, teh, dan aneka gorengan.

“Kebanyakan pengunjung datang dari Kota Lewoleba. Dan biasanya datang berkelompok,” terang Hermina Saloso.

Menu yang paling disukai pengunjung adalah ikan panggang, ketupat dan rumpu-rampe.

“Ikan bakar kalau ada yang mau panas dan tidak pakai bumbu dipesan baru kami bakar sesuai selera pengunjung,” tambahnya.

Sejak dibukanya los pusat kuliner Pantai Watan Raja Mingar, sedikitnya 40 orang ibu-ibu asal Mingar aktif berjualan secara bergilir dalam kelompok.

Dengan peningkatan penghasilan tentu saja ikut berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain membangun pusat kuliner, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah membangun los untuk UKM, namun belum diisi oleh UKM.

Berkunjung ke Mingar, Anda tak perlu khawatir anak-anak Anda tak betah. Karena selain menikmati pasir putih dan deburan ombak, anak-anak juga dapat menikmati aneka wahana permainan yang telah disediakan di lokasi. Sehingga membuat anak-anak pun betah dan enggan beranjak dari Pantai Watan Raja Mingar. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *