Rayakan Hari Difabel Internasional, FPKDK Lembata Bagikan Bingkisan untuk Pengungsi Difabel

Rayakan Hari Difabel Internasional, FPKDK Lembata Bagikan Bingkisan untuk Pengungsi Difabel
FPKDK Kabupaten Lembata menyerahkan bingkisan kasih kepada para difabel di posko pengungsian, Kamis, 3 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – Lembatane peringatan Hari Difabel Internasional (HDI) 2020, Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga (FPKDK) Kabupaten Lembata membagikan bingkisan kepada para difabel yang saat ini sedang mengungsi akibat erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Perayaan HDI tahun ini, jauh berbeda dengan perayaan pada tahun sebelumnya. Jika sebelumnya perayaan Hari Difabel Internasional (HDI) diisi dengan berbagai kegiatan dan acara bersama, tahun ini berbeda. Pada HDI yang diperingati pada Kamis, 3 Desember 2020, diisi denganbagikam bantuan kepada para difabel ya g ikut mengungsi karena erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di tempat-tempat pengungsian.

Demikian disampaikan Fince Bataona, selah satu pegiat FPKDK usai penyerahan bantuan tersebut, Kamis, 3 Desember 2020.

Ia menguraikan, ssuai data FPKDK Kabupaten Lembata, menyebutkan sebanyak 300 an pengungsi difabel saat ini yang tersebar di sejumlah lokasi penampungan.

Seperti diketahui, akibat erupsi Gunung Lewotolok, warga dua wilayah kecamatan yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur mengungsi di Lewoleba. Mereka ditempatkan di satu posko utama dan beberapa posko lainnya di dalam wilayah Kota Lewoleba. Sementara sebagian besar masyarakat pengungsi memilih menginap di keluarga. Demikian pula yang dialami para difabel. Mereka, umumnya tersebar di rumah keluarga dan sejumlah lainnya berada di posko umum.

Ketua FPKDK Kabupaten Lembata Ramsya Langodai mengatakan, sejak pengungsian besar-besaran terjadi Minggu, 29 Desember dan Senin, 30 November 2020, FPKDK Lembata terus mencari informasi keberadaan para difabel. Sejumlah difabel yang memilih pondok di kebun sebagai tempat mengungsi, juga dikunjungi.

“Sejumlah pihak dengan segera merespons situasi sulit yang tentu saja dialami sahabat difabel. Mereka berbaik hati memberi donasi untuk para difabel melalui FPKDK dan kami membeli beberapa kebutuhan untuk mereka, termasuk menyediakan air bersih untuk mereka yang masih bertahan tinggal di kebun. Kami mendatangi mereka, menemui mereka secara langsung untuk mengetahui kondisi mereka,” ujar Ketua FPKDK, Ramsya Langodai.

Dijelaskannya, pendataan juga terus dilakukan, agar tidak satupun sahabat difabel luput dari perhatian.

Difabel, terangnya, adalah kelompok rentan pada situasi kebencanaan seperti saat ini. Mereka, seperti masyarakat lainnya harus mendapat perhatian yang sama.

“Dengan mengetahui keberadaan mereka, kondisi mereka juga terus dipantau. Bantuan yang diberikan berbagai pihak melalui FPKDK juga terus disalurkan secara langsung ke sasaran yakni difabel sendiri,” ujar Ramsya.

Pada HDI kali ini, bingkisan berupa makanan ringan dan barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sabun cuci dan odol dibagikan dari rumah ke rumah, tempat mereka menginap.

Di posko SMP Negeri 1, FPKDK menemui lima pengungsi difabel. Sedangkan di posko aula Ankara, sebanyak empat difabel, di posko Pasar Lamahora, sebanyak lima difabel dan sisanya tersebar di rumah-rumah keluarga dalam kota Lewoleba.

Kepada mereka yang memberikan donasi untuk difabel melalui FPKDK, Ramsya juga menyampaikan terima kasih.

“Semua yang dilakukan atas nama cinta, tidak akan sia-sia belaka,” tutup Ramsya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *