Ritual Pesta Kacang, Cara Masyarakat Ile Ape Mengucap Syukur

Ritual Pesta Kacang, Cara Masyarakat Ile Ape Mengucap Syukur
Salah satu kegiatan dalam ritual Pesta Kacang di Kampung Adat Lewohala, Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur. Foto dokumen Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lembata

 

Lembatanews.com – Di Lewotolok, ada ritual pesta kacang. Warisan leluhur ini dijaga sampai saat ini. Pesta Kacang merupakan ritual rutin yang digelar masyarakat adat Ile Ape di Kampung Adat Lamariang, Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur.

Selain Pesta Kacang, ada terdapat beberapa ritus yang masih dipertahankan di antaranya, Utan wun lolon, sawar orok. Utan wun lolon adalah ritus ucapan syukur atas hail panen serta nilai-nilai kehidupan lainnya dalam masyarakat Lewotolok, sedangkan sawar orok adalah ritus makan jagung ketika pertama kali dipanen oleh kepala-kepala suku.

Pao boe ama opo koda kwokot. Ini yakni ritus memberi makan atau sesajen kepada leluhur nenek moyang.

 

Tewu hode, nawo dopeng ama opo koda kewokot. Ritus ini berhubungan dengan menjemput dan mengantar leluhur dalam suatu upacara adat.

Ohong lau dai. Ohong lau dai adalah ritus menerima kelahiran anak. Biasanya dilakukan beberapa hari setelah kelahiran.

Koda baya ha ana, tetek bang nawo kebarek. Ini adala ritus perkawinan orang-orang Lewotolok. Mulai dari peminangan sampai pada mengantar anak gadis ke rumah mempelai laki-laki.

Maten murung, hebo nebo, kayo maten. Ritus kematian. Ritus ini bertujuan ‘memastikan’ bahwa orang yang meninggal dunia bisa sampai ke alamnya (kewokot).

Tula mei nawa, tapan holoy, tewu hode alang kiring. Ritus ini dilakukan untuk mempersatukan kembali tali persaudaraan dua suku akibat pembunuhan yang telah dilakukan nenek moyang pada masa lalu.

 

Lou bao, lebek luba, butek teluk, tobung tahik. Ini adalah ritus memanggil hujan atau mendatangkan hujan ketika hujan tak kunjung turun pada musim hujan.

Pesta Kacang sendiri memiliki sejumlah ritual yang menyertainya, sejak ritual awal, hingga ritual penutup.

Rangkaian ritual pesta kacang Kampung Adat Lamariang, Desa Jontona, Ile Ape Timur yang terakhir digelar pada Minggu, 24 Oktober 2021 sampai dengan Kamis, 28 Oktober 2021.

Rangkaian acara diawali dengan ritual Ina Ratan. Ritual makan bersama untuk semua ibu-ibu ‘dari suku-suku yg ada’.

Setelahnya, dilanjutkan dengan ritual Belai. Ritual makan bersama utk semua anak gadis ‘dari suku-suku yang ada’ yang belum mmenikah.Disusul ritual Dora, Haba Toran ‘Barter bahan makanan dan ritual di Nuba dan di Pantai Jontona.

Puncak Pesta kacang (Makan kacang, Pao lango, Peli nore).

Di Lamariang terdapat 15 rumah adat yang dibangun berdasarkan suku-suku yang ada di sana. Walau demikian, masih terdapat beberapa suku yang masih belum membangun rumah adat mereka di kampung adat Lamariang.

Tetua adat di Lamariang, Rudolfus Rutan mengatakan, penentuan jadwal pesta kacang ditentukan oleh tetua adat yang dalam istilah setempat disebut Belen Raya dan Ata Mukin. Penentuannya dengan melihat posisi bulan. Biasanya, ritual ini digelar pada bulan September atau bulan Oktober.

Ia menjelaskan, Ritual Pesta Kacang bertujuan untuk mengucapkan syukur atas kehidupan yang dialami masyarakat adat setempat selama satu tahun terakhir dan untuk membuat seremoni makan kacang, Pao Lango dan Haru Dula untuk semua anak dalam suku agar terhindar dari mara bahaya, dijauhkan dari sakit penyakit, serta diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *