Rumah Sakit Umum Lewoleba Turun Kelas

Rumah Sakit Umum Lewoleba Turun Kelas

Lembatanews.com – Berdasarkan surat edaran daru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, Kabupaten Lembata yang sebelumnya bertipe C diturunkan ke tipe D. Kepada manajemen rumah sakit diberikan waktu untuk memperbaiki kekurangan agar dapat dikembalikan statusnya ke tipe C.

Terkait penurunan status rumah sakit itu, Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Beda kepada wartawan, Senin (22 Juli 2019) membenarkannya. Ia mengakui bahwa surat dari Kemenkes itu ditujukan kepada bupati dan rumah sakit hanya menerima naskahnya melalui pesan Watsapp (WA). Sedangkan fisik suratnya belum diterima.

Dia menjelaskan bahwa penurunan tipe C ke tipe D disebabkan karena tidak adanya dokter spesialis anestesi dan dokter patroli klinik di RSUD Lewoleba saat ini.

Penurunan Status karena Ketiadaan Dokter Spesialis Anestesi dan Dokter Patroli

Saat mengusulkan peningkatan rumah sakit dari tipe D ke tipe C beberapa waktu lalu, kata dr Bernard, sebenarnya semua syarat termasuk dikter spesialis anestesi dan dokter patroli klinik sudah ada.

Hanya saja, dokter spesialis anestesi lolos seleksi CPNSD beberapa waktu lalu dan telah pindah tugas ke tempat baru dan belum ada yang menggantikan. Sehingga untuk sementara rumah sakit ketiadaan dokter spesialis anestesi.

“Dalam satu dua minggu ke drpan sudah bisa kita lengkapi,” katanya.

Sementara terkait dokter patroli klinik, urainya, juga sudah dimiliki RSUD Leweba. Hanya MoU-nya sudah berakhir dan belum diperpanjang kembali.

Sesuai surat Kemenkes, kata Bernard, manajemen rumah sakit diberi waktu 28 hari melengkapi dan dilapotkan sehingga direviu. Namun jika dalam jangka waktu 28 hari belum dipenuhi maka masih diberi waktu selama enam bulan.

“Dalam beberapa minggu ke depan sudah bisa kita lengkapi sesuai ketentuan,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, pihak manajemen rumah sakit juga terus menyempurnakan seluruh fasilitas penunjang rumah sakit tipe C. Telah dibangun gedung yang baru berlantai dua untuk unit gawat darurat (UGD), poli spesialis, dan ruang intensive care unit (ICU). (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *