Satu Balita Pengungsi Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Meninggal Dunia

Satu Balita Pengungsi Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Meninggal Dunia
Tim medis di posko kesehatan pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile sedang memeriksa kesehatan para pengungsi, Selasa, 1 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – Maria Ola Ina, balita berusia dua tahun tujuh bulan asal Desa Lamatokan , Kecamatan Ile Ape Timur meninggal dunia. Korban pengungsian erupsi Ile Lewotolok ini sempat ditampung di posko utama pengungsian eks kantor bupati dan setelah dirawat di posko kesehatan, dirujuk ke Puskesmas Lewoleba. Saat hendak dirujuk ke RSUD Lewoleba, keluarga menolak dan minta kembali ke rumah. Sekembalinya ke rumah, korban dilaporkan meninggal dunia.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lucia Shandra kepada lembatanews.com, Selasa, 1 Desember 2020 saat ditemui di posko kesehatan pengungai korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Ia menjelaskan, balita Maria Ola Ina mengalami sakit bawaan sejak masih di Kalimantan. Saat mengungsi dan ditampung di posko utama, kondisi ya memburuk sehingga oleh tim medis langsung dirujuk ke Puskesmas Lewoleba.

Para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok masih tidur beralaskan terpal tanpa bantal. 

 

“Tapi waktu mau dirujuk ke rumah sakit, keluarga minta pulang paksa, sehingga tidak jadi dirujuk ke rumah sakit,” terang dr Lucia Shandra.

Sehingga setelah dibawa pulang ke rumah, baru korban meninggal dunia.

Menurut dokter yang merawat, korban mengalami radang paru-paru sudah lama. Setelah masuk posko utama, sakit lalu dibawa atau dirujuk ke Puskesmas Lewoleba.

Ia menjelaskan, di posko kesehatan saat ini, tim medis menangani sebanyak 165 pasien, d Ngan tentang usia 6 bukan hingga yang paling tua 87 tahun.

Kebanyakan dari mereka dirawat karena lelah, stres, dan penyakit lambung, hipertensi, dan batuk, pilek serta gizi buruk.

Posko kesehatan, lanjutnya, menyiapkan dokter dan tenaga perawat. Sedangkan obatan-obatan disediakan seadannya saja mengingat penanganan di posko kesehatan hanya berupa pertolongan pertama dan jika membutuhkan penanganan lanjutan baru dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *