Sebarkan Hoax Jemput Anak di Larantuka, Bupati Sunur Laporkan Pemilik Akun FB Oleona Jhon Oleona dan Admin Grup Bicara Lembata

Sebarkan Hoax Jemput Anak di Larantuka, Bupati Sunur Laporkan Pemilik Akun FB Oleona Jhon Oleona dan Admin Grup Bicara Lembata
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat memantau persiapan rumah karantina di Puskesmas Balauring di Meru, Desa Dolulolong, Kecamatan Omesuri, Senin, 20 April 2020.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melaporkan pemilik akun Facebook (FB) Oleona Jhon Oleona yang menyebarkan informasi bohong (hoax) bahwa ia menjemput kedua anaknya di Larantuka menggunakan kapal cepat Fantastis Express. Selain melaporkan pemilik akun FB Oleona Jhon Oleona, Bupati Sunur juga melaporkan admin grup Bicara Lembata.

Hal itu disampaikan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur usai memantau persiapan rumah karantina di Puskesmas Balauring di Meru, Desa Doluloking, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Senin, 20 April 2020.

Ia menjelaskan, melalui Bagian Hukum Setda Lembata, ia secara resmi telah melapor ke Polres Lembata terkait informasi bohong (hoax) bahwa anaknya datang ke Lembata. Laporan dilakukan pada Senin, 20 April 2020.

Dikatakannya, laporan polisi dibuat karena pemilik akun Facebook Oleona John Oleona telah menyebarkan informasi di grup Facebook Bicara Lembata bahwa anaknya datang ke Lembata menggunakan Kapal Fantasi Express dari Larantuka di tengah kebijakan pemerintah daerah menutup semua akses laut ke Pulau Lembata.

“Anak saya tidak ada di sini, silakan pergi cek di rumah. Makanya situasi seperti sekarang ini tolong buat berita itu dicek kebenarannya dulu. Jangan secara emosional. Saya sudah buat surat kuasa untuk melapor di Polres Lembata,” tegas Bupati Sunur.

Bupati Sunur menegaskan, informasi yang diunggah pemilik akun Oleona John Oleona di media sosial itu bisa memprovokasi orang-orang yang sementara dikarantina dan para perantau yang masih berada di luar Lembata.

Ia juga menilai bahwa pemilik akun tersebut telah pula menentang maklumat Kapolri serta melanggar Undang-Undang ITE di Indonesia.

Setelah melaporkan persoalan itu ke polisi, ia pun akan mengikuti perkembangan penanganannya.

Ditanya keberadaan kedua anaknya, Bupati Sunur menjelaskan bahwa saat ini satu anaknya berada di Jakarta dan satu lagi di Kukang. Keduanya bekerja sebagai dokter, sehingga di tengah pandemik Covid-19 seperti ini, lanjutnya, sangat tidak mungkin bagi anaknya untuk datang ke Lembata mengingat tugas mereka sebagai tenaga medis.

Dalam postingan yang diterbitkan pada Minggu, 19 April 2020 dan banyak ditanggapi. Postingan itu menyebutkan Bupati Sunur menjemput anaknya yang baru datang dari Jakarta di Pelabuhan Larantuka dengan Kapal Fantasi Express dari Lewoleba.

Bupati Sunur mengakui, pada Minggu ia sudah berada di Desa Balauring dan sempat menggelar video converensi bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Posko Pelabuhan dan Posko Karantina. (tim lembatanews)

4 Komentar


  1. Saat ini pemerintah indonesia lg memerangi yg namnx berita2 Hoax di medsos
    Jd di himbau agar pengguna medsos agar lebih bijak dlm memposting suatu berita jd inilah pelajaran buat kita semua.

    Balas

  2. Waaa,, bisa bahaya nie..
    Mungkin mrka hax sekedar memberi informasi, dan seorang pejabat publik jangan terlalu lebay juga kali.. 🤔🤔🤔🤝🤝

    Balas

    1. jangan terlalu lebay ? sedangkan pemberitaan hoax ini menyebar di kalangan masyarakat lembata kkak dan membuat gduh . juga bahkan bnyak msyarakat yg akhirnya menghujatnya krena pemberitaan hoax itu, dan mempertanyakan kinerjanya. sebelum bilang “terlalu lebay”, coba di cerna baik-baik dulu kakak .

      Balas

    2. harusnya informasi apalagi yg sudah menyangkut pimpinan daerah, itu harus valid .tapi nyatanya H O A X . FITNAH . jadi ya terim resiko kalau dilaporkan . bukan lebay, tapi memang itu haknya dia melaporkan karena menyangkut nama baiknya juga itu

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *