Sedih! Vatikan Putuskan Paskah Tahun ini Dirayakan Tanpa Umat

Sedih! Vatikan Putuskan Paskah Tahun ini Dirayakan Tanpa Umat

Lembatanews.com Kurang lebih dua Minggu lagi, kita akan merayakan Hari Raya Paskah, tapi wabah virus corona masih saja mengusik.

Di segala penjuru dunia, semua orang merasa khawatir dengan wabah tersebut. Dan Italia adalah salah satu Negara dengan korban virus corona terbanyak, selain Cina. Berdasarkan data yang dirilis kompas.com, total keseluruhan korban meninggal dunia di Italia mencapai 3.405. jiwa.

Karena alasan inilah pihak Vatikan memutuskan, Paskah tahun ini akan dirayakan tanpa kehadiran umat. Pilihan ini memang sulit karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Tapi tak ada pilihan lain, Vatikan mengambil langkah demikian karena ini adalah salah satu upaya untuk mencegah penyebaran  COVID-19 semakin meluas.

“Karena darurat kesehatan masyarakat global saat ini, semua Perayaan Liturgi Paskah akan berlangsung tanpa kehadiran fisik umat,” ungkap Lembaga Rumah Tangga Kepausan yang disampaikan lewat situs resmi mereka.

Dari statemant di atas, bisa disimpulkan bahwa suasana Paskah di Vatikan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari perayaan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah, akan dirayakan Paus Fransiskus tanpa kehadiran umat atau audiens.

Meski begitu, Misa Paskah akan disiarkan secara live streaming dari Vatikan, sehingga umat Katolik di mana pun bisa ikut menyaksikan momen penting ini.

Dirilis vaticannews.valive streaming Misa Paskah di Vatikan ini akan disiarkan secara online hingga Minggu Paskah, 12 April 2020.

Belum bisa dipastikan, kapan aktivitas Paus di Vatikan akan kembali normal seperti biasanya, karena hingga saat ini kota itu masih dalam kondisi Lockdown.

Suasana kota sepi dan tak ada audiens yang memenuhi Basiliki St. Petrus sebagaimana biasanya. Tanda-tanda kepulihan dari Negara yang penduduknya mayoritas umat Katolik itu pun belum terlihat hingga kini.

Dilansir dari catholic news agency, kurang lebih sudah 28 pastor yang meninggal dunia karena terpapar virus ganas ini. Sedangkan yang lainnya masih dalam pengawasan tim medis.

Misa Paskah di Vatikan tanpa audiens adalah hal yang mungkin baru pertama kali kita dengar sepanjang sejarah iman Katolik. Tentunya berita ini menimbulkan kesedihan bagi semua orang. Sedih karena kita harus merayakan Paskah kali ini dengan situasi yang sama sekali berbeda dan tak pernah terpikirkan.

Imbas dari wabah corona ini tak hanya dirasakan Paus Fransiskus dan umat Katolik di Vatikan dan negara lainnya, tapi juga dirasakan umat Katolik di Indonesia.

Hampir semua Gereja Katolik di Indonesia, mulai berlakukan Misa online mulai 20 Maret – 3 April 2020. Semua aktivitas di Gereja pun dibatasi.

Kita hanya berdoa agar wabah virus corona ini segera berakhir, sehingga suasana di Vatikan juga di Indonesia dan sejumlah negara lainnya kembali berjalan normal seperti semula. (sumber katolikpedia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *