Sekali Masuk, Feri Ile Mandiri Bawa Tiga Pelaku Perjalanan Positif Rapid Test, Bupati Lembata Perintahkan Tutup Pelabuhan Feri Waijarang

Sekali Masuk, Feri Ile Mandiri Bawa Tiga Pelaku Perjalanan Positif Rapid Test, Bupati Lembata Perintahkan Tutup Pelabuhan Feri Waijarang
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memberikan penjelasan kepada wartawan terkait tiga pelaku perjalanan yang positif rapid test usai pelantikan penjabat kades di Desa Dulitukan, Ile Ape, Kamis, 23 April 2020.

 

Lembatanews.com – Kapal motor Feri Ile Mandiri yang sandar di Pelabuhan Feri Waijarang pada Rabu, 22 April 2020 malam, mengangkut 32 orang penumpang dari Larantuka. Setelah menjalani rapid test, ternyata tiga di antaranya reaktif atau positif rapid test. Selanjutnya pada Kamis, 23 April 2020 sore, kapal feri yang sama kembali mengangkut lima pelaku perjalanan dari Larantuka yang semuanya kini dikarantina di rumah Karantina Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Menyikapi masuknya kapal feri yang masih memuat penumpang apalagi yang positif rapid test itu mendapat reaksi keras dari Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Ia mengaku sangat kecewa karena angkutan laut feri yang oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTT hanya diizinkan mengangkut barang, ternyata masih mengangkut penumpang. Naasnya lagi, penumpang yang diangkut tersebut positif rapid test.

Karena itu, Bupati Sunur berencana menutup Pelabuhan Feri Waijarang agar tak lagi melayani kapal feri yang sandar di Lewoleba.

Rencananya, Jumat, 24 April 2020 sekitar pukul 10.00, Bupati Sunur akan meninjau Pelabuhan Feri Waijarang sekaligus memberitahukan petugas di sana untuk menutup akses dan pelayanan di pelabuhan itu.

Ia mengatakan, berdasarkan instruksi Dinas Perhubungan NTT, kapal feri dilarang memuat penumpang. Akan tetapi, masih juga memuat penumpang dan sudah dua kali melakukan pelanggaran itu.

“Ini kep feri yang bandel karena instruksi hanya masuk dengan bawa barang tapi masih juga muat penumpang dan ini sudah dua kali. Saya sudah sampaikan Pol PP untuk tutup ramdor karena datang bawa penumpang dan positif rapid test lagi,” tegas Bupati Sunur.

Bupati Sunur meninjau ruang isolasi di rumah karantina Desa Pada.

 

KM Feri Ile Mandiri pada Rabu malam menurunkan sebanyak 32 orang penumpang dari Larantuka. Feri Ile Mandiri lalu kembali lagi ke Larantuka, dan kemudian ke Lewoleba mengangkut lima orang penumpang. Tiga orang penumpang dilengkapi dengan surat pengantar, sedangkan dua orang lainnya tidak mengantongi surat.

Semuanya termasuk tiga di anataranya yang positif rapid test saat ini menjalani karantina dan isolasi di rumah karantina Desa Pada, Kecamatan Nubatukan. (tim lembatanews)

3 Komentar


  1. Berarti selama ini transportasi lau masih beroperasi..??

    Bukankh sdh di tutup ..??
    😲😲😲

    Balas

  2. Bukankah semua transportasi darat’laut’ & udara sdh di tutup kok ada yg masih beroperasi..?

    Balas

  3. Selain pelabuhan..
    Apakah akses jalan darat akan di perketat??
    Apakah aktivitas di terminal juga akan di tutup???

    Tapi yg saya lihat dengan mata kepala sendiri karna saya juga tinggal di Depan terminal barat Lewoleba..
    Kalau disini bebas skali…
    Bahkan orang-orang tidak mematuhi aturan dari pemerintah…

    -Anjuran tuk memakai masker
    tidak di lakukan..
    -anjuran tuk mencuci
    tangan,tidak di lakukan,padahal
    sudah di sediakan wadah untuk
    cucitangan dari pemerintah..
    -anjuran tuk jaga jarak juga tidak
    Di lakukan…

    Saya mohon untuk bapa aparat keamanan semua…tolong di perketat lagi penjagaan di terminal..
    Soalnya disini orang keluar masuk bebas..
    Kita tidak tahu misalkan mereka dari luar lembata masuk ke daerah kita lewat akses laut kemudian turun di desa-desa pinggiran laut..
    Contohnya Wulandoni-Lamalera-atadei-Nagawutun…

    Skali lagi saya mohon di perketat lagi penjagaannya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *