Selain Babi, Kambing di Kedang pun Dilaporkan Mati

Selain Babi, Kambing di Kedang pun Dilaporkan Mati
Ilustrasi, petugas kesehatan hewan Dinas Peternakan Kabupaten Lembata mengambil sampel ternak babi yang mati untuk dikirim ke laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

 

Lembatanews.com – Kematian ternak babi yang terjadi di Kabupaten Lembata akibat serangan wabah virus African Swine Fever (ASF) atau yang biasa dikenal dengan flu babi Afrika kian mengganas. Sejak 23 Desember 2020 hingga kini, sudah sebanyak 6.195 ekor babi milik warga di sembilan kecamatan yang mati akibat serangan wabah ini. Kerugian diperkirakan mencapai angka miliaran rupiah.

Kini, selain babi, ternak kambing milik warga pun dilaporkan mati. Sejauh ini, baru dua desa di wilayah Kedang yang melaporkan kematian kambing, yakni di Desa Mahal 2 dan Desa Hingalamamengi, keduanya di Kecamatan Omesuri.

Sesuai data laporan dari Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Omesuri Petrus Lake, di Omesuri saat ini sudah terdapat 157 ekor kambing yang mati, yakni di Desa Mahal 2 sebanyak 14 ekor dan Desa Hingalamamengi sebanyak 143 ekor Petugas masih menyelidiki sebab kematian, dan diagnosa sementara, kematian kambing disebabkan karena diare.

Sementara untuk ternak babi, tersebar di 20 desa, dengan total ternak babi yang mati sudah mencapai 1.386 ekor. Jumlah ini sudah melampaui jumlah ternak babi yang mati di Kecamatan Nubatukan yakni sebanyak 1.359 ekor. Disusul Kecamatan Lebatukan sebanyak 1.094 ekor, Atadei sebanyak 714 ekor, Ile Ape sebanyak 469 ekor, Wulandoni sebanyak 204 ekor, Nagawutun sebanyak 139 ekor, dan Ile Ape Timur sebanyak 50 ekor.

“Populasi babi di Lembata sekitar 65 ribu ekor. Babi yang mati sudah mencapai tujuh persen lebih. Kita terus berupaya agar tingkat kematian jangan sampai 50 persen,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq menjawab Lembatanews.com.

Untuk itu, terangnya, langkah penanganan pun terus dilakukan sejak awal wabah menyebar hingga saat ini. Dinas, lanjutnya, terus melakukan pendataan kematian ternak babi serta memberikan edukasi protokoler kesehatan hewan dan penanganan bangkai babi melalui penguburan masal khusus di Kota Lewoleba dan penguburan secara mandiri di semua kecamatan di Kabupaten Lembata.

Dinas, lanjutnya, juga melakukan penanganan vaksinasi dan pemberian obat bagi ternak yang masih hidup dan pos pengawasan yang telah dibuka di Wateng, Desa Lebewala juga terus melakukan pemantauan dan pengawasan lalu lintas ternak babi dan hasil olahan ternak babi untuk mengantisipasi penyebarannya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *