Serahkan Bantuan iPad, Thomas Ola: Manfaatkan dengan Baik dan Bisa Jadi Juara

Serahkan Bantuan iPad, Thomas Ola: Manfaatkan dengan Baik dan Bisa Jadi Juara
Bupati Lembata Thomas Ola Langodai saat menyerahkan bantuan iPad kepada siswa penerima di aula kantor Bupati Lembata, Jumat, 22 Oktober 2021. 

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menyerahkan bantuan iPad, seragam, buku, dan tas kepada para siswa SD, dan SMP di Kabupaten Lembata. Bantuan diberikan kepada para siswa korban bencana dan terdampak pandemi Covid-19.

“Terimalah bantuan ini dengan bahagia tapi jangan sombong. Kalian bisa manfaatkan dengan baik dan bisa jadi juara. Setelah dapatkan bantuan ini semua anak tulis cita-citanya dan simpan di tas untuk memacu dalam belajar,” kata Thomas Ola dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan kepada para siswa SD dan SMP yang hadir didampingi orangtua masing-masing di aula kantor Bupati Lembata, Jumat, 22 Oktober 2021.

Dikatakannya, selama pandemi Covid-19, seluruh aktivitas ekonomi terganggu dilanjutkan dengan erupsi, dan badai Seroja, serta banjir bandang yang menerjang Ile Ape, Lebatukan, dan wilayah Kedang, menyebabkan aktivitas ekonomi terganggu dan yang lebih terganggu anak-anak sekolah.

Proses belajar mengajar, lanjutnya, juga tidak dilakukan tatap muka. Banyak orangtua tidak bisa membeli HP, seragam, buku, dan tidak bisa beli tas sekolah.

“Ini menjadi bagian keprihatinan pemerintah dan tidak semua anak sekolah dapatkan. Anak yang penuhi kriteria yang mendapatkan bantuan,” kata Thomas Ola.

Karena itu, ia meminta kepada bapak dan ibu guru untuk menyampaikan kepada anak-anak yang tidak mendapatkan bantuan karena sudah punya dan jangan iri hati kepada anak-anak ini. Mereka harus bahagia dan bangga teman-teman mereka mendapatkan bantuan dari orang lain.

“Kesetaraan, pemerataan, keadilan ada di situ. Tugas para guru cipTakan suasana harmonis agar anak-anak dapatkan kesempatan yang sama dalam proses belajar mengajar,” kata Thomas Ola.

Ia menambahkan, anak-anak yang mendapatkan bantuan, bukan merendahkan orangtua. Maksud Pemda dan guru baik, yakni saling membantu. Mudahan-mudahan ke depan tentu masih banyak anak yang belum mendapatkan bantuan. Melalui kesempatan ini hadirnya Ketua dan anggota DPRD bisa dibicarakan upaya bersama untuk menyiapkan anggaran pengadaan bagi yang belum mempunyai HP, seragam, buku, pensil, dan tas sekolah agar dapat dianggarkan dengan senang hati, efisien, efektif, dan ekonomis agar anak yang belum dapat bisa mendapatkannya

Sementara kepada Dinas Pendidikan agar melakukan survei dan uji petik lapangan. Jangan malah duduk di kantor dan mulai menghitung, misalkan yang dapat tahun ini 90 orang dan tahun depan 100 orang. Akan tetapi, perencanaan harus sesuai data lapangan.

Ia berharap, iPad yang diterima bisa dipakai dengan baik hingga ke jenjang SMP dan SMA. Pakaian seragam yang sudah diterima jangan dicoret saat lulus, namun diberikan kepada adik-adik yang membutuhkan

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero pada kesempatan itu mengatakan, anak-anak penerima manfaat melihat ini sebuah kesempatan, dan jangan lihat dari nilainya tapi sebagai bentuk dukungan Pemda membantu anak mencapai cita-cita dan masa depan sesuai yang diharapkan.

Sekolah, lanjutnya, bukan untuk mencari dan mendapatkan ijazah semata, tetapi anak memiliki cita-cita dan harapan dan semangat menjadi apa di masa depan.

“Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan Anda yakini. Kalau berpikir jadi guru pasti jadi guru, kalau pikir jadi bupati bisa jadi bupati, kalau berpikir jadi ketua DPRD pasti bisa jadi ketua DPRD,” kata Petrus Gero.

Momentum penyerahan bantuan kepada para siswa SD dan SMP, lanjutnya, adalah langkah Pemda ikut serta mendukung cita-cita dan pikiran anak-anak untuk menentukan masa depan yang tinggi.

Ia juga mengajak anak-anak dan orangtua penerima bantuan untuk mendukung melalui doa untuk DPRD, dan pemerintah agar bisa melaksanakan tugas secara baik dalam membangun Lembata.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Wenseslaus Ose Pukan dalam laporannya menjelaskan, penyerahan iPad untuk para siswa SD dan SMP, didorong oleh data yang menunjukkan bahwa di Lembata sebagian besar orangtua mata pencaharian bertani ladang. Sejak 2019, pandemi Covid-19, dan gambaran kondisi ekonomi tidak cukup untuk memenuhi fasilitas sekolah. Apalagi, selain dilanda covid, Lembata juga dirundung duka bencana erupsi dan banjir bandang yang melumpuhkan sektor ekonomi masyarakat.

“Hasil pendataan dinas menunjukkan peserta didik sebagian besar tak miliki HP android sebagai sarana pembelajaran, seragam dan buku serta tas sebagai bagian akibat dari kondisi yang dialami dan dampak covid,” katanya.

Untuk itu, lanjut Wens Ose Pukan, Pemda berupaya memberikan bantuan sosial bagi warga terkena dampak khususnya masyarakat ekonomi lemah untuk tablet dan tas. Bantuan diberikan bagi siswa kelas I-VI tingkat SD, dan siswa kelas VII-IX SMP yang orangtuanya terkena dampak pandemi Covid-19 dan bencana.

Bantuan tersebut, lanjutnya, sudah diverifikasi oleh APIP Inspektorat dan Bagian Pendidikan Dinas Pendidikan.

iPad, lanjutnya, diberikan sebagai sarana pembelajaran dari rumah, memberikan kenyamanan dan menjaga kesopanan dan perlindungan peserta didik dan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan keterampilan peserta didik, serta berupaya mengurangi beban ekonomi orangtua peserta didik.

Bantuan tablet diberikan kepada 300 peserta didik sedangkan seragam sekolah kepada 6000 peserta di 62 sekolah.

Selain itu, diserahkan juga bantuan ruang kelas darurat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat menyerahkan bantuan, Bupati Thomas Ola sempat berdialog dengan anak-anak penerima bantuan dan menanyakan cita-cita mereka. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, suster, dan pilot. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *