Serangan Jantung, Warga Binaan Lapas Kelas III Lembata Meninggal

Serangan Jantung, Warga Binaan Lapas Kelas III Lembata Meninggal
Jenazah Jois Togilang, warga binaan Lapas Kelas III Lembata saat dikuburkan di pekuburan umum Pada, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kamis, 18 November 2021.

 

Lembatanews.com – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lembata atas nama Jois Togilang bin Weli Oling (44) asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Lewoleba. Ia divonis meninggal karena sakit jantung pada Kamis (18/11) sekitar pukul 04.00.

Petugas Kesehatan Lapas Kelas III Lembata Deby Tinike Letuna menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ini almarhum mengeluh sakit dan ditangani petugas. Pada Rabu (17/11) malam, almarhum kembali mengeluh sakit pada bagian dada. Ia kemudian diantar ke Puskesmas Lewoleba.

Namun, karena di Puskesmas Lewoleba tidak memiliki alat deteksi jantung, akhirnya petugas melarikannya ke RSUD Lewoleba. Di RSUD Lewoleba, almarhum ditangani petugas. Sayangnya, nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Kepala Lapas Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro dalam penjelasan resminya kepada media mengatakan, pada Rabu malam sekitar pukul 20.38 almarhum mengeluh sakit perut dan dada, sehingga petugas Rupam (Regu Pengamanan) yang sedang bertugas segera melarikan narapidana tersebut ke UGD Puskesmas Lewoleba. Narapidana tersebut mengeluh sakit dada, bengkak pada kedua tungkai bawah kaki dari hari selasa (16/11) dan telah mendapatkan perawatan serta obat dari petugas kesehatan di Lapas Lembata. Rencananya akan dirujuk pada Kamis (18/11).

“Dalam hasil diagnosa dan observasi serta penanganan awal oleh dokter dan perawat, tanda – tanda vital narapidana tersebut semakin menurun dan tidak ada perubahan, sehingga narapidana tersebut dirujuk ke RSUD Lewoleba,” terangnya.

Setelah tiba di UGD RSUD Lewoleba, lanjut Wisnu, narapidana tersebut langsung ditangani secara maksimal oleh dokter UGD dan pada pukul 04.04, narapidana Jois Togelang meninggal dunia.

Ia menjelaskan, sesuai surat keterangan kematian yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh dokter RSUD Lewoleba, almarhum meninggal karena NSTEMI Killip IV + AKI Spog IV dd ACKD.

Setelah meninggal, urainya, jenazah kemudian dibawa kembali ke Lapas pada pukul 09.00 u tuk dilakukan ibadah pemakaman dipimpin Pendeta Fred Imanuel Blegur dari Gereja Solafide Lembata.

Usai didoakan, jenazah almarhum Jois Togilang dimakamkan di pekuburan umum Desa Pada, Kecamatan Nubatukan.

Jois Togilang adalah narapidana kasus pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Desa Ile Kimok, Kecamatan Atadei pada November 2020 lalu.

Ia menjalani masa hukuman selama 20 tahun, denda Rp50 juta,subsider tiga bulan kurungan, karena melanggar pasal 338 (pembunuhan berencana) dan pasal 80 ayat 1 UU RI NO 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ia baru akan dibebaskan pada 29 November 2040. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *