Setelah Anak, Kini Ibu Terkonfirmasi Positif Covid-19 Ikut Meninggal

Setelah Anak, Kini Ibu Terkonfirmasi Positif Covid-19 Ikut Meninggal
Pelaksanaan rapid test antigen di halaman tengah kantor Bupati Lembata, Senin, 5 Juli 2021

 

Lembatanews.com – MAR, ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 (Lurah Lewoleba Selatan) yang sebelumnya melahirkan melalui operasi sesar, akhirnya meninggal dunia pada Senin, 5 Juli 2021 malam. Sebelumnya, anaknya yang lahir prematur dalam usia 27 Minggu sudah lebih dahulu meninggal dunia pada Kamis 1 Juli 2021 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, drh Mathias AK Beyeng kepada Lembatanews.com, Senin, 5 Juli 2021 malam menjelaskan, selama ini korban menjalani isolasi di RSUD Lewoleba setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena hamil, ia mendapatkan perhatian khusus tim medis, hingga melahirkan melalui operasi sesar. Usai dioperasi, ia kembali menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit dan bayinya dirawat di ruangan khusus.

Namun, lanjutnya, walau petugas medis dan tim dokter sudah berupaya menanganinya, namun ia akhirnya meninggal dunia. Penguburannya langsung dilaksanakan pada Senin malam

93 Nakes Positif Covid
Beyeng menjelaskan, saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Lembata yang terkofirmasi positif Covid-19 sebanyak 93 orang. Tiga orang di antaranya adalah dokter.

Dijelaskan, dari jumlah tersebut yang sudah sembuh sebanyak 33 orang, sedangkan yang masih aktif dan isolasi mandiri sebanyak 60 orang termasuk tiga dokter.

“Semua tenaga kesehatan termasuk tiga dokter sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah mereka masing masing,” kata Beyeng.

Walau banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, pelayanan di puskesmas dan rumah sakit tetap berjalan dengan baik.

Lakukan Rapid Test
Memasuki hari kerja di kantor pada Senin, para pejabat dan ASN di lingkup Pemkab Lembata menjalani rapid test antigen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Lembata mengatakan, pelaksanaan rapid test karena lurah Lewoleba Selatan terkonfirmasi positif Covid-19 dan suaminya juga bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah.

Rapid test tersebut sekaligus untuk tracking, dan dari hasilnya ada sebanyak tiga orang yang positif.

Kepada ya g positif, lanjutnya, langsung dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ia menjelaskan, dalam dua Minggu terakhir kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat tajam. Hal itu selain karena ketidakdisiplinan Masyarakat, juga karena tracking yang gencar dilakukan sehingga menemukan banyak yang positif.

“Kalau sudah begini kami minta supaya semua di sini harus taat prokes. Masker sudah menjadi bagian dari kelengkapan pribadi saat ke mana-mana. Termasuk hand sanitizer juga harus jadi kelengkapan pribadi. Kalau keluar belum ada maka belum lengkap bepergian baik ke kantor, ke rumah teman atau ke mana pun,” tandas Tapobali. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *