Setelah Gelar Seremoni Adat, Lima Warga Waienga yang Hilang Ditemukan

Setelah Gelar Seremoni Adat, Lima Warga Waienga yang Hilang Ditemukan
Anak-anak yang berhasil ditemukan pada Senin, 30 November 2020 siang saat berada di pondok.

Lembatanews.com – Lima orang warga Desa Waienga, Kecamatan Lebatukan, empat anak-anak dan satu dewasa penyandang disabilitas yang sempat hilang sejak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok terjadi, akhirnya berhasil diyemukan. Kelimanya berhasil ditemukan warga yang melakukan pencarian setelah digelar ritual seremonial adat oleh tetua adat desa setempat pada Senin, 30 November 2020 siang.

Pantauan lembatanews.com di rumah salah satu anak yang hilang, seremoni adat dilakukan oleh tetua adat Benediktus Sogan. Ritual adat untukeminta campur tangan leluhur membuka jalan danembantu proses pencarian. S bab, p mcarian sebelnya yang melibatkan anggota TNI, polisi dari Polsek Sun Sektor Lebatukan dan Basarnas dibantu warga setempat takbuahkam hasil.

Penyandang disabilitas yang ikut hilang bersama.empat anak. 

Faktanya, setelah seremonial adat digelar, dan langsung dibuka jalan pencarian, tak sampai satu jam.kemudian kelima warga itu ditemukan oleh salah satu kelompok pencarian di kebun warga Desa Lamalela.

Saat ditemukan, kelimanya dalam kondisi lemas karena sudah 28 jam masuk hutan dan hanya makan kelapa.

Yohanes Sogan, warga Waienga yang bersama lima rekan lainnya tergabung dalam satu kelompok pencarian mengaku mengikuti bekas kelapa yang ditinggalkan. Saat pencarian, membawa serta anjingnya dan selalu melihat anjingmya memakan sisa-sisa kelapa yang ditinggalkan.

Ternyata, dari jejak sisa kelapa itulah, mereka telusuri dan berhasil menemukan kelimanya berada di pondok kebun milik warga Desa Lamalela.

Setelah menemukan mereka, ia langsung.menginfirmasikan ke tim.pemcari.lainnya yang langsung bergerak ke lokasi penemuan dan membantu mengevakuasi mereka kembali ke Waienga.

Sebelumnya, Kapospol Sub Sektor Lebatukan Aiptu Roni Marthen Maak kepada Lembatanew.com, Senin, 30 November 2020 menjelaskan, kelima anak itu masuk hutan saat kaget mendengar letusan gunung Ile Lewotolok. Sebenarnya saat itu ada sepasang suami istri yang bersama mereka. Namun, karena anak-anak itu larinya lebih cepat, akhirnya kedua orang tua itu ditinggal jauh di belakang.

Namun, saat kedua orang tua itu menyusul, mereka sudah tidak ditemukan lagi. Hanya ada sendal yang tertinggal namun anak-anak itu sudah tidak ada lagi.

Mereka lalu kembali dan menginformasikan kepada warga yang kemudian langsung melakukan pencarian.

Pada pencarian pertama.pada Minggu, ada tiga kelompok yang melakukan pencarian melibatkan masyarakat, anggota TNI dan Polsek Sub Sektor Lebatukan. Namun, hasilnya nihil.

Pencarian, lanjutnya, kembali dilanjutkan pada Senin, 30 November 2020, bersama warga dibantu anggota TNI, Polisi dari Polsek Sub Sektor Lebatukan, diback up empat anggota Basarnas Maumere.

“Kami bagi tiga kelompok sisir dari kiri, kanan dan tengah hutan tapi tidak ketemu juga,” katanya.

Pencarian hati kedua sejak kemarin jam 10 pagi dan hari ini. Setelah dilakukan pencarian kerja sama Polsek Sub Sektor Lebatukan, bersama Babinsa di hari pertama dan hari kedua dapat dukungan dari Basarnas Maumere empat orang.

Sudah menyusuri tiga kelompok dan menyisir bagian.sisi kanan hutan desa bagian te gah dan kirk. Hari kedua lanjut ke tiga titik lagi namun belum juga ditemukan.

Lima anak yang menghilang dan berhasil ditemukan itu yakni Sisilia Date (8), siswi kelas 2 SD, Matias Bala (8), siswa kelas 2 SD, Bernadus Boli (8), siswa kelas 2 SD, Pius Kosmas Aprinaldi (11), siswa kelas 4 SD, dan Philipus Basa 24), penyandang disabilitas. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *