Setelah Masuk Kamar WC, Masuk Polres, Kini Kasus Zinah Anggota DPRD Lembata Masuk Gedung Peten Ina

Setelah Masuk Kamar WC, Masuk Polres, Kini Kasus Zinah Anggota DPRD Lembata Masuk Gedung Peten Ina

 

 

Lembatanews.com – Kasus perzinahan yang terjadi pada Jumat, 25 November 2021 di kamar WC yang melibatkan oknum anggota DPRD Lembata dari Fraksi PDIP berinisial MGPR dengan SMDM akhirnya diadukan suami SMDM ke DPRD Lembata. Pengaduan suami SMDM itu sudah ditindaklanjuti pimpinan DPRD dan dilimpahkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk diproses lebih lanjut.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero kepada wartawan di gedung Peten Ina DPRD Lembata, Senin, 29 November 2021 mengatakan, DSW, suami SMDM pada Senin sekitar pukul 14.00 sudah mengadukan perbuatan istrinya bersama oknum anggota DPRD Lembata dari Fraksi PDIP berinisial MGPR kepada lembaga Dewan.

Setelah menerima surat pengaduan, kata Petrus Gero, selaku Ketua Dewan, ia sudah berkoordinasi dengan dua wakil ketua DPRD dan langsung mendisposisikan pengaduan itu kepada Badan Kehormatan untuk ditindaklanjuti.

“Badan Kehormatan DPRD Lembata akan memproses pengaduan tersebut sesuai mekanisme peraturan tata tertib dan kode etik DPRD Lembata,” kata Petrus Gero.

Setelah Badan Kehormatan melakukan proses sesuai mekanisme yang ada, selanjutnya akan disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Lembata.

Sebelum mengadukan persoalan itu ke DPRD Lembata, DSW suami SMDN sudah melaporkan kasus itu ke Polres Lembata pada Jumat, 26 November 2021.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen didampingi Kasat Reskrim AKP Yohanes Mau Blegur dan Kasubag Humas Polres Lembata Bripka Tomy Bartels kepada wartawan, Jumat, 26 November 2021 menjelaskan, suami SMDN telah melaporkan dugaan perbuatan perzinahan yang dilakukan oleh istrinya SMDN (42) dengan oknum anggota DPRD Lembata MGPR (40) ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lembata.

Kasus dugaan perzinahan yang dilakukan SMDN dan MGPR itu sudah ditindaklanjuti dengan melakukan visum terhadap istri pelapor di RSUD Lewoleba.

Kapolres Yoce Marthen mengatakan, polisi melakukan pemeriksaan untuk memenuhi alat bukti.

Kasus dugaan perzinahan yang diduga dilakukan SMDN dan MGPR dikenakan pasal 284 KUHP dengan ancaman hukuman 8 bulan penjara. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *