Siapkan Lokasi Khusus Peternakan Babi, Dinas Peternakan Targetkan Raup Penerimaan untuk Dongkrak PAD

Siapkan Lokasi Khusus Peternakan Babi, Dinas Peternakan Targetkan Raup Penerimaan untuk Dongkrak PAD
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq.

 

Lembatanews.com – Lemba satu permasalahan peternakan di kawasan permukiman adalah adanya polusi udara yang mengganggu masyarakat di sekitar lokasi peternakan. Untuk itu, Dinas Peternakan Kabupaten Lembata berencana membangun kawasan khusus peternakan babi yang dinamakan Bukit Hock. Hadirnya Bukit Hock selain sebagai solusi mengatasi polusi udara, juga sebagai salah satu alternatif penerimaan dari sektor peternakan babi untuk membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq, kemarin.

Untuk itu, katanya, Dinas Peternakan akan menyiapkan satu lokasi khusus peternakan babi seluas 1 Hektare. Di atas lahan itu akan dibangun fasilitas kandang untuk memasukan ternak babi milik warga. Diperkirakan, di atas lokasi seluas 1 Hektare itu, bisa menampung lebih kurang 3.000 ekor.

Selain menyiapkan kandang, dinas juga akan menyiapkan pakan ternak.

“Tentunya yang bawa masuk ternak babinya dikenakan biaya. Sewa pemanfaatan kandang menjadi salah satu sumber pendapatan selain dari penjualan pakan,” katanya.

Dinas, lanjutnya, tidak saja menyediakan lokasi peternakan babi, namun juga akan membantu pemasaran ternak babi. Dari pemasaran ternak ini, dinas juga akan mendapatkan pemasukan.

“Kalau satu ekor ternak dewasa kita ambil Rp200 ribu dan ternak babi kecil Rp100 ribu coba bayangkan, berapa pemasukan untuk dongkrak PAD,” kata Kanisius Tuaq.

Hanya saja, untuk mewujudkan rencana itu, tentu saja dinas butuh intervensi dana yang cukup besar. Sehingga, jika rencana itu didukung lembaga Dewan (DPRD), maka ia yakin, sektor peternakan khusus ternak babi bisa memberikan kontribusi cukup signifikan untuk peningkatan pendapatan, selain dari usaha lainnya yang sedang dilaksanakan saat ini yakni inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik yang permintaannya sangat tinggi. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *