Sidak Gudang Bantuan, Bupati Sunur Marah Besar

Sidak Gudang Bantuan, Bupati Sunur Marah Besar
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat inspeksi mendadak (sidak) di gudang bantuan pengungsi di kantor BPBD, Rabu, 2 Desember 2020.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur marah besar dan meminta Inspektorat melakukan audit terhadap setiap bantuan yang masuk dari para donatur dan penyalurannya untuk memastikan, bantuan tidak menumpuk pada titik tertentu.

 

Pantauan lembatanews.com, Rabu, 2 Desember 2020, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Lembata usai memantau para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan, gedung BKD-PSDM, dan di Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, langsung menuju ke gudang logistik bantuan di kantor BPBD.

Saat memasuki gudang penyimpanan barang, Bupati langsung menanyakan kasur, tikar dan bantal yang masih ada di gudang logistik. Ia kecewa karena di saat ada pengungsi yang tidur tanpa kasur dan bantal, tetapi masih ada bantuan yang menumpuk di gudang.

Ia juga marah melihat tumpukan bantuan yang tidak diatur sesuai jenis bantuan. Sebab, jika ditumpuk sembarangan akan menyulitkan dalam penyaluran dan makanan dan minuman kemasan jika tak diperhatikan akan kedaluwarsa.

 

“Bantuan makanan dan minuman kemasan supaya diperhatikan jangan sampai sudah expired  (kedaluwarsa). Mereka sudah bantu jadi kalau expired dipisahkan biar tidak jadi masalah,” kata Bupati Sunur.

Ia juga menanyakan sudah berapa banyak barang bantuan yang disalurkan kepada pengungsi. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan bantuan yang dikeluarkan tidak menumpuk pada titik tertentu sedangkan pada titik-titik lain sama sekali tidak kebagian bantuan.

Kepada tim Badan Pelaksana Aju Kodam yang diturunkan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Bupati langsung meminta bantuannya untuk membantu penataan administrasi logistik serta memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara baik mulai dari manajemen pergudangan dari alur penerimaan bantuan sampai dengan pengeluaran dan distribusi barang bantuan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *