Soal Pakaian Seragam, Petrus Gero: “Pimpinan Fraksi yang Harus Pertama Menegur”

Soal Pakaian Seragam, Petrus Gero: "Pimpinan Fraksi yang Harus Pertama Menegur"
Rapat Paripurna DPRD Lembata, Senin, 21 September 2020 dengan agenda Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD TA 2020. Tampak Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sedang menyampaikan pidato.

 

Lembatanews.com – Polemik adanya oknum anggota DPRD Lembata yang tidak mengenakan pakaian seragam yang diadakan dengan anggaran ratusan juta rupiah dalam setiap rapat di gedung Peten Ina, ditanggapi serius Ketua DPRD Lembata Petrus Gero.

Kepada wartawan usai memimpin rapat paripurna penyampaian pidato pengantar Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD TA 2020, Senin, 21 September 2020, Petrus Gero menegaskan bahwa keberadaan setiap anggota DPRD di lembaga legislatif telah dibingkai dengan aturan perundang-undangan dalam melaksanakan aktivitas baik di dalam gedung maupun di luar gedung.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero

 

Apalagi, untuk kegiatan persidangan, dalam setiap undangan rapat, setiap surat undangan rapat yang dia tandatangani dan sebarkan kepada para anggota Dewan, selalu dicantumkan jenis pakaian yang dikenakan dalam rapat.

“Untuk pakaian, setiap surat undangan saya sudah sampaikan bahwa kalau pakaian PSR ya PSR, PSH ya PSH dan lain sebagainya,” kata Petrus Gero.

Karena itu, bagi anggota Dewan yang tidak mengenakan pakaian seragam saat menghadiri rapat maka berdasarkan peraturan tentang Tata Tertib DPRD, peraturan tentang Kode Etik dan Tata Beracara Rapat, akan menjadi acuan dalam menyampaikan sebuah sanksi.

“Sebagai pimpinan rapat saya tidak bisa menegur. Yang berwenang menegur pertama adalah pimpinan fraksi dan kedua institusi resmi di sini (DPRD) adalah Badan Kehormatan DPRD,” tegas Petrus Gero.

Menurutnya, pimpinan rapat tidak berwenang menegur anggota Dewan yang tidak berseragam dalam rapat karena tidak diatur sedetail sampai ke hal seperti itu.

“Jadi yang punya kewenangan menegur adalah pimpinan fraksi,” tandas Petrus Gero.

Pantauan media ini, dalam rapat paripurna penyampaian pidato pengantar Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD TA 2020 pada Senin, 21 September 2020, rapat yang dipimpin Ketua DPRD Lembata Petrus Gero didampingi Wakil Ketua Dewan Begu Ibrahim dan dihadiri 21 anggota Dewan itu, tampak masih terdapat satu anggota Dewan yang tidak mengenakan pakaian seragam.

Padahal, sesuai penjelasan Ketua DPRD berdasarkan informasi dari pihak Sekretariat DPRD, menyampaikan bahwa pakaian seragam seluruh anggota Dewan sudah didistribusikan kepada pimpinan dan anggota Dewan. Dalam pendistribusian itu pun, tidak ada satu anggota Dewan pun yang menolak pakaian seragam yang telah diadakan tersebut. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *