Soal PAN ke Koalisi Jokowi, Amin Rais Bilang Jangan Rabun Ayam

Soal PAN ke Koalisi Jokowi, Amin Rais Bilang Jangan Rabun Ayam

Lembatanews.com – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partainya agar tidak keliru mengambil keputusan hanya demi mendapat satu kursi jabatan di pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Menurutnya, keputusan menjadi oposisi atau berkoalisi jangan terburu-buru diputuskan.

Amien mengatakan itu menanggapi informasi yang berkembang perihal peluang PAN bergabung dengan pemerintah.

“Dengarkanlah nasihat saya. Jangan kita rabun ayam hanya karena satu kursi kemudian kita bergabung,” ucap Amien melalui video yang diunggah di akun instagram @amienraisofficial, Jumat (5 Juli 2019).

Amien mengingatkan bahwa pemilih PAN pada Pemilu 2019 begitu besar. Hasil rekapitulasi KPU tingkat nasional menyatakan bahwa PAN memperoleh 6,84 persen atau sekitar 9,5 juta suara nasional.

Berangkat dari hal tersebut, Amien meminta DPP PAN agar benar-benar mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Jangan sampai pemilih PAN pada Pemilu 2019 menjadi kecewa

“Tolong ya, teman-teman DPP jangan mengumbar semau-maunya. Pemilih ini adalahgrassroot dari ranting, cabang. Tidak boleh dikesampingkan semacam itu.

Amien meminta DPP PAN berpikir secara jernih dan mempertimbangkannya secara matang, serta membicarakannya secara ksatria sebelum mengambil keputusan.

Sebelumnya Sekjen PAN Eddy Soeparno menyatakan bahwa partainya masih belum menentukan sikap usai Pilpres 2019. Menjadi oposisi atau berkoalisi, akan diputuskan dalam Rakernas pada Juli atau Agustus.

Dia mengatakan itu saat Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandi resmi dibubarkan.

“Kembali lagi PAN itu akan menentukan sikapnya di dalam Rakernas,” ucap Eddy di kediaman Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).

Eddy tak mau menduga-duga keputusan yang akan disepakati dalam Rakernas nanti. Dia pun enggan membeberkan aspirasi terbanyak dari kader PAN, apakah menjadi bagian dari koalisi atau oposisi.

“Bagaimana kalau sampai ada opsi pertimbangan untuk masuk pemerintahan, kalau diajak, dengan catatan kalau diajak,” ucap Eddy. (sumber cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *