Supir Truck Protes “Dipaksa” Gunakan Dexlite

Supir Truck Protes "Dipaksa" Gunakan Dexlite

Lembatanews.com – Para supir dan pemilik perorangan mobil dumtruck yang selama ini melayani pendistribusian material batu dan pasir kepada masyarakat melancarkan aksi protes di DPRD Lembata. Aksi ini dipicu keluarnya syarat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH- Migas) yang “memaksa” mobil dumtruck mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite seharga Rp10.500 per liter. Padahal, selama ini mereka mengisi BBM jenis solar dengan harga Rp5.100 per liter.

Dalam aksi mereka pada Senin (26 Agustus 2019), sebelum bergerak ke gedung Peten Ina, para supir dan pemilik dumtruck terlebih dahulu mendatangi AMPS Lewoleba. Namun, mereka tak berhasil menemui pimpinan AMPS. Sehingga, mereka lalu membawa kendaraannya menuju gedung Peten Ina.

Tiba di gedung Dewan, mereka beramai-ramai membunyikan klakson mobil selama kurang lebih lima menit. Setelah itu, mereka diterima Wakil Ketua DPRD Lembata Paulus Makarius Dolu di ruang kerjanya. Tujuh orang perwakilan supir dan pemilik Truck lalu berdialog di ruang kerja Wakil Ketua Dewan.

Ambeng LLamavelawa, koordinator aksi pada kesempatan itu mengatakan, mobil Truck milik perorangan dipaksa mengisi BBM jenis dexlite seharga Rp10.500 per liter. Penggunaan dexlite akunya, jelas akan berpengaruh pada harga jual material batu dan pasir kepada masyarakat.

Menurutnya, selama ini dengan mengusi BBM jenis solar seharga Rp5.100 per liter, mereka menjual material seharga Rp450 ribu per reit. Jika dipaksakan harus menggunakan dexlite, maka jelas harga material akan naik dan akan sangat memberatkan masyarakat

Karena itu ia meminta agar Dewan membantu memperjungkan agar mereka tetap mengisi BBM jenis solar.

Menanggapi aspirasi para supir dan pemilik truck, Paulus Dolu mengatakan, ia sudah mengontak Pertamina Maumere membicarakan hal itu. Ia juga akan berkoordinasi dengan AMPS agar para pemilik truck perorangan diperbolehkan mengisi solar dengan menunjukkan bukti STNK.

Usai dialog, ia akan langsung turun ke APMS untuk membicarakan permintaan para supir dan pemilik dumtruck. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *