Susuri Pedalaman Lebatukan, NasDem Peduli Berbagi Kasih dengan Korban Bencana Seroja

Susuri Pedalaman Lebatukan, NasDem Peduli Berbagi Kasih dengan Korban Bencana Seroja
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen menyerahkan bantuan di Desa Lamadale, Sabtu, 1 Mei 2021.

Lembatanews.com – Setelah menyusuri hampir semua tempat penampungan pengungsi korban banjir bandang di Ile Ape dan Ile Ape Timur, serta posko-posko penampungan resmi para pengungsi di Kota Lewoleba, serta merayapi sisa-sisa bencana di wilayah Kedang, kini giliran wilayah terdampak di Kecamatan Lebatukan yang kembali disusuri.

NasDem Peduli Bencana Alam Lembata setelah sebelumnya sudah berbagi kasih dengan para korban di Desa Dikesare Kecamtan Lebatukan, kembali menyusuri sejumlah desa terdampak di pedalaman Lebatukan. Empat desa terdampak paling parah mulai dari Lodotodokowa, Atawai, Balirebong, dan Lamadale pun didatangi tim NasDem Peduli Bencaba Alam Lembata.

Dikomandani Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen dan didampingi Sekretaris Stefanus Tapobali dan Bendahara Hiero Bokilia, bersama jajaran pengurus lainnya, tim NasDem Peduli mulai mendatangi desa-desa terdampak itu pada Sabtu, 1 Mei 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.

Kehadiran tim NasDem Peduli Bencana Alam Lembata itu untuk berbagi kasih dan cinta serta kepedulian dari legislator Partai NasDem di Senayan. Adalah Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem juga Rahmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI juga dari Fraksi Partai NasDem tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan kasihnya membantu para korban.

Untuk itu, pada hari itu, jajaran pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata kembali menyalurkan bantuan Julie Sutrisno Laiskodat dan Rahmat Gobel, dengan menyusuri sisa-sisa bencana yang telah memporak-porandakan jalan dan lahan pertanian warga di empat desa, yakni Lodoblolong, Atakowa, Balirebong, dan Lamadale di Kecamatan Lebatukan.

Salah satu titik longsor di Desa Lodoblolong yang menyebabkan ruas jalan menuju Arabika, Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri putus total.

 

Di Desa Lodoblolong, rombongan disambut Kepala Desa Yohanes Lewan Leni di kantor desa setempat.

Yohanes mengatakan, peristiwa naas pada Minggu 4 April 2021 lalu telah menghancurkan lahan pertanian warga. Hasil pertanian yang siap panen tertimbun material longsoran dan sudah tidak bisa dipanen lagi.

Di desa ini, terdapat 180 kepala keluarga (KK) terdampak dengan dua rumah yang rusak parah. Hanya ia dan warga sangat bersyukur, karena dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa

Di lokasi rumah yang rusak itu, sudah tidak bisa dibangun kembali dan harus direlokasi. Sehingga pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemkab Lembata dan sudah masuk dalam penetapan dengan SK Bupati Lembata.

Kehadiran jajaran pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata diapresiasinya dengan baik karena memiliki kepedulian bagi warga desa yang tertimpa musibah.

“Dua korban kehilangan rumah dan di lokasi itu tidak bisa dibangun kembali. 50 persen hasil panen gagal dan ada rumah penduduk rusak ringan yang sudah secara swadaya telah diperbaiki,” katanya.

Sementara di Desa Atakowa, kerugian materil kerusakan lahan dialami 66 warga, denga total kerugian mencapai Rp570,775 juta.

Jalan usaha tani senilai Rp350 juta, pompa air dan kabel roll senilai Rp175 juta serta embung senilai Rp100 juta,

Relawan Desa Atakowa Kamilus Atulolon menyampaikan terima kasih kepada pengurus NasDem Lembata yang setelah mendengar bencana di Atakowa tergerak datang untuk memberikan bantuan.

“Posko ini baru dibentuk satu Minggu lalu untuk percepat bantuan korban yang alami kerusakan,” katanya.

Saat bencana terjadi, terangnya, ada dua orang warga yang nyaris jadi korban. Beruntung keduanya sempat menyelamatkan diri di pondok yang selamat dari sapuan banjir

“Malam itu juga beruntung warga yang biasanya di pondok di kawasan Bobu tidak ada di sana dan kembali ke kampung. Kalau tidak juga akan banyak korban,” katanya.

Kades Balirebong Marselinus Talo mengatakan, di desanya terdapat 34 buah panel dan pompa air hanyut, handtractor di lumbung-lumbung warga juga habis terbawa banjir.

“Lumbung yang masih menyimpan padi dan jagung juga hanyut terbawa banjir,” kata Talo.

Pemerintah desa sedang mengupayakan untuk mendrop satu dua kegiatan untuk mengalihkan dananya membantu masyarakat yang tertimpa bencana yang menimpa 53 KK, 186 jiwa terdampak dan kebanyakan berkebun di Wade.

Bencana yang terjadi juga menimbulkan kali mati yang dulu tidak dialiri air, sekarang airnya mengalir.

Ada tiga rumah rusak berat dan enam lainnya rusak ringan. Sudah diusulkan ke Pemkab untuk relokasi. Pipa air, captering dua unit, ditambah lahan pertanian yang rusak diperkirakan kerugian bisa mencapai Rp1 miliar lebih

Sementara di Wade saat ini juga kesulitan air, sehingga sedang dicarikan skema penanganan untuk mengatasi kesulitan air.

Jalan ke kebun juga sulit diakses karena tertutup material longsoran. Hasil bumi seperti kemiri juga tidak bisa dipungut karena semuanya tertimbun longsor

Jaringan perpipaan juga habis tersapu banjir.

“Hanya yang lebih setengah mati warga yang punya kebun. Sekarang mereka semua di Wade, panen yang sisa-sisa tidak terbawa banjir,” katanya.

Di Desa Lamadale, Mama Lusia Tapobali begitu gembira mendapatkan uluran kasih dari Julie Sutrisno Laiskodat lewat pengurus NasDem Lembata.

Walau berduka karena atap rumahnya diterjang badai Seroja, namun ia masih bersenda gurau sekadar menghilangkan kepedihan hatinya.

“Kami waktu itu ziarah ke Bukit Doa. Perhentian ke-10 Pakaian Yesus Ditanggalkan, kami semua menangis. Pulang dari sana pas hari Minggu, atap rumah saya ditanggalkan,” kata Mama Lusia.

Sekretaris Desa Lamadale Aleksander Bala menjelaskan, banjir di Lamadale sesuai pendataan terdapat dua rumah yang rusak. Tapi setelah itu masukan delapan KK yang rumahnya rusak. Sudah ada perhatian dari kabupaten terkait bantuan perumahan dan SK sudah ditetapkan bupati.

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan banyak terima kasih atas uluran tangan dari bapak nama pengurus NasDem Kabupaten, Provinsi dan kabupaten yang membuka tangan membantu keluarga di Lamadale

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen mengatakan, pada Sabtu ini, NasDem Lembata turun melihat langsung bencana dan memberikan bantuan kepada para korban di Desa Lodoblolong Atakowa, Lamadale, dan Balirebong.

“Bencana terbesar ada di Ile Ape, tetapi kejadian bencana tidak saja di Ile Ape tetaoi juga seluruh Lembata. Dan komunikasi dengan ibu Julie untuk berbagi kasih sedikit. Sehingga, koordinasi dengan setiap wilayah untuk turun distribusikan bantuan ini,” katanya.

Kehadiran ini, lanjutnya, untuk memberikan perhatian dengan bantuan seadanya dari Julie Sutrisno Laiskodat dan Rahmat Gobel.

Ia berharap, walau bantuan yang diberikan tak seberapa, namun dapat meringankan beban segenap korban yang tertimpa bencana. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *