Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi, Kajari Azrijal: Hari ini Kami Buktikan Kami Komit Tegakan Hukum di Lembata

Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi, Kajari Azrijal: Hari ini Kami Buktikan Kami Komit Tegakan Hukum di Lembata
Para tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor camat Buyasuri digiring ke mobil tahanan Kejari Lembata setelah ditetapkan jadi tersangka, Rabu, 17 November 2011.

 

Lembatanews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor camat Buyasuri Tahun Anggaran 2014. Tiga tersangka yang ditahan masing-masing MR, pengguna anggaran (mantan camat Buyasuri), CN, pejabat pembuat komitmen (PPK, mantan camat Buyasuri), dan YNT, selaku kontraktor penyedia barang dan jasa.

Penahanan tiga tersangka tersebut sebagai bentuk keseriusan dan komitmen Kejari Lembata dalam penegakan hukum di Kabupaten Lembata.

“Hari ini kami buktikan kami komit. Mohon dukungan masyarakat dan kawan media semua,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata Azrijal dalam keterangan pers di hadapan wartawan, Rabu, 17 November 2011.

Ia menegaskan, tim penyidik telah melakukan ekspos perkara dan menetapkan tersangka atas nama MR selaku pengguna anggaran, yang kedua CN selaku PPK dan yang ketiga YNT selaku penyedia barang jasa dalam pembangunan kantor camat Buyasuri tahun 2014-2015 dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar dan estimasi kerugian negara/daerah sebesar Rp500 juta sesuai perhitungan BPKP.

Dikatakannya, para tersangka ditahan karena adanya rangkaian perbuatan melawan hukum, mulai dari proses pengadaan, proses pelaksanaan kontrak, waktu kontrak tahun tunggal diubah ke tahun jamak, hingga terdapat empat kali adendum waktu pengerjaan proyek tersebut yang menurutnya merupakan niat jahat para tersangka.

Terhadap perbuatan melanggar hukum itu, para tersangka disangkakan melanggar pasal 2, pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Ketiga tersangka, urainya, akan ditahan dan menjadi tahanan Lapas yang dititipkan di sel tahanan Polres Lembata, sambil proses lebih lanjut. Jika nanti sudah P-21 baru dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang dan ditahan di Lapas.

Ia mengatakan, selain menangani kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor camat Buyasuri, pihaknya juga tengah menangani kasus pembangunan gedung Puskesmas Wairiang di Bean dan Puskesmas Balauring di Wowon, serta kasus tanah Merdeka. Semuanya masih on progress dan pada saatnya nanti akan disampaikan kepada publik.

Sedangkan proyek air minum Wei La’in, sejauh ini belum ada sprint dan masih sebatas telaahan. Belum ada pihak yang dipanggil untuk diperiksa.

Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor camat Buyasuri oleh Kejari Lembata setelah dilaporkan DPRD Lembata berdasarkan rekomendasi Pansus DPRD Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *