Tak Etis Bicarakan Honor Almarhum Eliaser Yentji Sunur saat Menjabat Bupati Lembata

Tak Etis Bicarakan Honor Almarhum Eliaser Yentji Sunur saat Menjabat Bupati Lembata
Petrus Bala Wukak, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata

Lembatanews.com – Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata Petrus Bala Wukak menyesalkan masih adanya pembicaraan terkait honor yang diterima almarhum Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata dalam pertemuan antara Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dengan sejumlah elemen masyarakat di rumah jabatan bupati, kompleks eks kantor bupati, pada Rabu, 4 Agustus 2021.

“Sangat tidak berdasar membicarakan angka uang yang tidak sesuai aturan. Apalagi yang dituding menggunakan uang orang yang sudah meninggal,. Tidak etis sekali. Penghormatan dan penghargaan kepada orang yang berjasa di daerah ini rendah dan ini kita tidak beradab,” tegas Petrus Bala Wukak kepada lembatanews.com, Jumat, 6 Agustus 2021.

Petrus Bala Wukak mengatakan, informasi yang berkembang yang menyebutkan almarhum Eliaser Yentji Sunur menerima honor sebesar Rp408 juta per bulan adalah informasi yang tidak sesuai fakta. Sebab, sejak 5 Februari, 2021 lalu, sudah dikeluarkan keputusan untuk merefisi honor yang diterima dan diberlakukan surut  mulai 1 Januari 2021.

Sehingga, almarhum hanya menerima honor sebesar Rp80,5 juta dipotong pajak, sehingga ia hanya menerima honor sebesar Rp68,425 juta.

Sebelumnya, dalam pertemuan Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langodai dengan sejumlah elemen di rumah jabatan bupati, banyak kalangan kembali menyoroti honor bupati sebesar Rp408 juta per bulan. Mereka mengharapkan agar Plt Bupati merevisi dan menurunkan honor sebesar itu.

Menanggapi permintaan itu, Thomas Ola mengatakan, ia sudah meminta Sekda Paskalis Tabobali agar pembayaran honor disesuaikan dengan regulsi.

“Saya tidak mau berjalan diluar regulasi. Hari ini saya tabrak regulasi, pada waktunya regulasi akan menghukum saya. Berjalanlah di dalam regulasi sehingga regulasi akan melindungi saya sampai kapan pun saya berhenti dari jabatan ini,” tegas Thomas Ola dan menambahkan, “Padahal saya ada kerinduan dapat 408 Juta. Saya guyon saja ini,” kata Thomas Ola. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *